Posted in curhat

Ayah dan Ibu

Hal inilah yang membuatku menyadari betapa besarnya kasih saya orangtuaku.

Ibu yang begitu sabar membantu dan merawatku. Ibu seringkali memberi perhatiannya untukku. Walau kurasa ini hanya sakit biasa, tetapi beliau begitu telaten mengurusi aku. Padahal, aku tidak mengeluh bahwa aku sedang sakit. Namun, Ibu tetap membawakan aku secangkir teh hangat untuk memulihkan semangatku.

Untuk Ibu

Untuk seorang Ibu, aku hanya bisa menggambarkan dua hal. Cinta dan keikhlasan.

Untuk semua hal yang pernah kurasakan bersama ibuku, semua itu tentang cinta dan keikhlasan.

Ibu… adalah seumur hidupku, selama hidupku.

 

Untuk ayah

Untuk sosok pria seperti ini , hanya “dua” kata yang mampu menggambarkannya.

Teladan dan tanggungjawab.

Untuk tiap waktunya di luar rumah yang tak pernah lelah memeras keringat.Tak mampu membuatnya mengeluh.

Untuk pribadi yang mungkin tak banyak cakap, tetapi beliau memberi teladannya lewat tindakan.

Untuk setiap beban yang dibawanya.

Kata siapa itu ringan? itu berat.

Namun, beliau berusaha untuk mengajarkannya lewat tindakan dan sikap.

Sekali lagi, mungkin tanpa banyak cakap.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s