Posted in Cerpen

Negeri Bayangan

Suatu hari ada seorang gadis bertopi biru yang pergi berkelana mencari sebuah negeri. Ia begitu kesepian di negerinya sendiri sehingga ia memutuskan pergi berkelana untuk mencari negeri yang damai dan ramah. Ia terus berjalan berkelana menyusuri setiap negeri yang didambakannya, sampai suatu saat ia singgah di suatu negeri.  Di negeri itu, ia melihat banyak sekali orang-orang yang memakai jubah. Salah satu diantaranya ada seseorang yang berjubah biru. Orang itu kelihatan begitu menarik perhatiannya sehingga gadis bertopi biru tidak kuasa untuk mengikutinya. Berhari-hari gadis itu mengikuti orang berjubah biru, tetapi tak pernah sekali pun gadis bertopi biru melihat wajahnya. Hanya punggung yang dibalut kain biru yang menjuntai sampai ke tanah. Lama sudah si gadis bertopi biru mengikuti orang itu, ia pun lelah dan akhirnya duduk di sudut gundukan tanah dekat rumah penduduk kota. Gadis itu minum dan makan dari sisa perbekalannya. Ketika asyik menikmati perbekalan, tiba-tiba gadis bertopi biru dikejutkan oleh suara khas seorang lelaki. Ia pun mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara. Ternyata ia melihat si jubah biru! di depannya kini ada seseorang yang berjubah biru!. Namun, si gadis bertopi biru ini tak bisa melihat wajah si pemakai jubah. Dari atas kepala hingga kaki hanya tertutupi oleh jubah biru. Hanya suaranya saja yang menandakan bahwa si jubah biru adalah seorang laki-laki. Lelaki berjubah biru itu menyapa si gadis begitu ramah. Entah kenapa, gadis bertopi biru merasakan sebuah keramahannya yang tulus.  Tiba-tiba saja si gadis bertopi biru merasa tidak lagi merasa kesepian. Sejak saat itu, ia bertekat untuk tidak akan pernah merasa kesepian.

Hari demi hari kian berlalu. Si gadis bertopi biru memutuskan untuk tinggal di negeri itu bersama-sama dengan si jubah biru. Ia merasa sangat nyaman tinggal di negeri itu. Dimana orang-orang yang saling bertegur sapa, bercanda tawa, dan bersenda gurau. Begitu ramah sekali. Walaupun mereka semua tidak pernah terlihat wajahnya dan hanya terbungkus oleh warna jubah, tetapi si gadis bertopi biru sangat-sangat senang bergaul dengan mereka. Si gadis bertopi biru yang di negeri sebelumnya begitu pendiam, merasa kesepian, dan tertutup berubah menjadi periang, energik, dan penuh semangat. Si gadis bertopi biru itu sangat menikmati setiap waktu yang dihabiskan bersama orang-orang di negeri ini. Tetapi, diam-diam si gadis bertopi biru memperhatikan si jubah biru. Orang yang pertama kali membuatnya tertarik. Si gadis bertopi biru selalu berusaha mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan lelaki berjubah biru. Karena lelaki itu, ia untuk pertama kalinya tidak merasa kesepian.

Semakin hari, semakin banyak orang yang begitu mengasihi gadis bertopi biru. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan seorang perempuan di negeri itu. Perempuan itu juga memakai jubah berwarna biru. Mengenal perempuan itu sama seperti bertemu dengan saudara sendiri. Tanpa butuh waktu yang lama untuk saling mengenal, si gadis bertopi biru pun merasa sudah memiliki saudara angkat. Mereka begitu akrab. Saling berbagi, bertukar kisah, saling menyayangi dan mengasihi. Sampai suatu hari, si gadis bertopi biru baru tahu bahwa perempuan berjubah biru selama ini memiliki maksud  untuk mendekatinya. Setelah sekian lama, si perempuan berjubah biru mengakui bahwa ia sebenarnya teman masa kecil si lelaki berjubah biru. Ia mendekati gadis berjubah biru agar dapat dekat kembali dengan si lelaki berjubah biru. Sebenarnya, mereka sudah berteman sejak lama dan sempat saling menyukai satu sama lain. Namun, akibat suatu hal, hubungan di antara mereka merenggang. Meskipun demikian, si perempuan berjubah biru itu masih menyukai lelaki berjubah biru. Mengetahui hal itu, tentu saja si gadis bertopi biru sangat sedih. Ia merasa terpukul. Merasa dipermainkan. Merasa dibohongi. Gadis bertopi biru bisa merasakan hal-hal yang mungkin pernah dirasakan si perempuan berjubah biru selama ini. Rasa sedih, cemburu, marah, iri, dan segala bentuk perasaan lainnya yang mungkin tak bisa dikatakan.  Ia pun memutuskan untuk pergi dari negeri itu dan membiarkan si perempuan dan lelaki berjubah biru kembali bersama, walau ia sendiri harus mengorbankan perasaannya. Meninggalkan semua kenangan dan merasa kesepian lagi.

Lama sudah ia pergi meninggalkan negeri itu. Ia berharap si perempuan dan si lelaki berjubah biru bisa bersama. Namun, ternyata tidak. Mereka tidak bisa bersama karena ternyata si perempuan berjubah biru sudah memiliki kekasih. Si perempuan berjubah biru pun datang menemui gadis bertopi biru agar mau kembali lagi. Akhirnya, si gadis bertopi biru kembali ke negeri itu. Tetapi ia merasa semuanya sudah berubah. Entah kenapa, ia selalu merasa curiga, ia pun merasa tak nyaman. Tidak nyaman dengan perasaan si perempuan berjubah biru dan tidak kuat menahan perasaannya sendiri. Mungkin hanya gadis bertopi biru yang sibuk memikirkan setiap perasaan-perasaan. Sibuk dengan pikiran-pikirannya sendiri. Walau mereka kembali bersama, tetapi semuanya sudah berubah. Tidak ada lagi kehangatan. Tidak ada lagi keramahan. Tidak ada lagi kedamaian. Semua rahasia, abstrak, dan bayang-bayang. Seperti nama negeri itu. Negeri bayangan.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s