Posted in curhat, review

Makna di Balik Lagu I Can See a Heart

Anyway, sebenarnya saya iseng memaknai sebuah lagu dari sebuah anime berjudul “The Last Exile” . Anime ini mempunyai soundtrack lagu yang berjudul “I Can See a Heart” by Shuntaro Okino. Lagu ini adalah lagu favorit teman saya. Ya, teman saya. Ia begitu menyukai lagu ini. Saat pertama kali mendengar lagu ini, saya merasa ada yang “beda”. Ya, telinga saya menangkap hal yang “beda”. “Beda” di sini bukan berarti lagu ini tidak bagus atau jelek, tetapi lebih kepada unsur lirik lagu.  Kalau mau lebih jelasnya bisa dengerin di sini. I Can See a Heart

Lirik lagunya seperti ini.

night falling on you
feel your light falling on me
now light moving away
watch a chance slipping away

there’s sadness around
but look what’s been found
still I know that you just cannot stay
I can see a heart
alone

night falling on me
see a light dying in you
but tread softly away
let the night take you today

it’s not hard to see
the things you might be
but I know that you’re turning away
shining through your cracks
again
shining through your cracks
again
I can see a heart
alone
I can see a heart
alone
I can see a heart
alone
I can see a heart
alone

Nah, keisengan saya ini membuat saya mencari tahu sedikit lebih banyak tentang lagu ini. Dimulai dari penyanyinya yang bernama Shuntaro Okino. Biasanya lagu-lagu Om Shun ini bergenre indie dan psychedelic genres. Hal yang menarik buat saya adalah genre pada lagu ini. Menurut saya, lagu ini tidak bergenre indie melainkan psychedelic genres. Kenapa saya katakan demikian? Karena saya tidak menemukan unsur indie sama sekali pada lagu ini, walaupun Psychedelic genres sendiri jarang sekali saya dengar. Itu sebabnya saya makin antusias untuk memaknai lagu ini. Apa sih makna tersirat dari lagu ini?

Sebelum memaknai lagu ini secara keseluruhan, saya mencari tahu dulu apa yang dimaksud dengan Psychedelic music . Menurut sumber wikipedia, “Psikedelik merupakan sebuah kata yang pertama kali diluncurkan pada abad ke-20 dengan menggabungkan kata psyche/ψυχή (otak), dan delos/δήλος(manifestasi). Seseorang yang berada dalam “keadaan psikedelik” dipastikan dapat merasakan cara melihat baru di otaknya yang tak dikenalinya sebelumnya. Keadaan psikedelik merupakan kumpulan pengalaman yang diakibatkan oleh kehilangan sensorik dan juga zat psikedelik. Pengalaman tersebut mencakup halusinasi, perubahan persepsi, sinestesia, perubahan keadaan sadar, keadaan mistik, dan kadang-kadang menyerupai psikosis.”

Setelah ditelusuri lebih lanjut, jika dilihat dari segi psikologi ternyata lagu ini menyeramkan juga ya? Memang sih, teman saya yang menyukai lagu ini memiliki kepribadian yang saya katakan “berbeda” juga, hehe. Dia pernah mengatakan pada saya kalau dia memiliki sense of paranoid yang cukup tinggi dan memiliki kepribadian melankolis. Apa mungkin teman saya menyukai lagu ini karena unsur psikedelik yang ada di dalamnya? Mmm, mungkin saja.

Ok, menurut penafsiran saya, lagu ini memiliki makna sebuah “Penyesalan atas kehilangan sesuatu”. Hal ini bisa dilihat dari lirik night falling on you dan “there’s sadness around”   yang seolah-olah menggambarkan sebuah penyesalan. Kemudian lirik “night falling on me, see a light dying in you, but tread softly awayseolah-olah menunjukkan kehilangan. Kehilangan apa sih? Jika dilihat dari konteks lirik “See a light dying in you, but tread softly away.” bermakna kehilangan sebuah cahaya. Cahaya di sini bisa merujuk pada “seseorang” atau pun sesuatu hal yang berharga.  “But I know that you’re turning away, shining through your cracks.” tampaknya si penyanyi lagu ini tahu dan mengerti keadaan orang-orang yang pernah mengalami penyesalan akan suatu kehilangan sehingga walaupun seseorang merasa terpuruk akibat penyesalan itu, ia toh nantinya akan berbalik lagi. “I can see a heart alone.” menjadi simbol terakhir dari hasil yang menyebabkan penyesalan atas kehilangan sesuatu tersebut, yakni kesendirian atau kesepian. Penyanyi seperti berkaca pada orang lain mengenai dirinya sendiri. Sehingga ia bisa mengatakan kata “alone”, “alone”, dan “alone”.

Nah, jika melihat kembali genre musiknya. Bisa diketahui bahwa lagu ini memiliki daya respon perasaan yang cukup tinggi. Lagu ini mungkin mencerminkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya hingga membuat dirinya merasa sendirian. Ya, seperti teman saya itu. Ia selalu sibuk dengan fantasinya dan menganggap dirinya sendiri.

Mungkin ada pendapat lain?😀

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s