Posted in curhat

Seperti Roda

Abstrak banget

 

Sebenarnya, saya tidak ada ide untuk menulis, tetapi ingin menulis. Kata orang, kalau ingin menulis, menulis saja. Tidak perlu memikirkan apapun. Menulis, ya menulis saja.

 

—————————————-

 

Beberapa hari belakangan ini. Aku mendengar selentingan kabar dari ibuku mengenai keluarga sepupuku. Sebut saja Ani. Kabar yang kudapat bukanlah kabar yang menggembirakan ataupun menyedihkan, tetapi mengejutkan! pasalnya keluarga Ani akan pindah dari rumah mewahnya yang bertempat tinggal di kawasan elit di bilangan Jakarta Selatan. Bayangkan, rumah mewah yang sudah ditempati oleh keluarga Ani selama bertahun-tahun itu, kini akan dijual. Rumah mewah keluarga Ani yang memiliki dua lantai, enam kamar tidur, lima kamar mandi, kolam renang, taman, gazebo dengan luas tanah berkisar 2000m persegi itu akan dijual!. Aku tentu terkejut. Aku bertanya-tanya mengapa sampai demikian? Apa yang menyebabkan keluarga Ani memutuskan untuk menjualnya? Adakah masalah yang begitu pelik sehingga menyebabkan keluarga Ani, sepupuku itu sampai menjual rumah mewahnya. Lalu, dia akan tinggal dimana? Lalu apa yang akan keluarga Ani lakukan setelah itu?.

 

Aku menanyakan semua hal yang ada di otak ku saat itu pada ibu. Ibu tidak menjawab semua pertanyaanku. Namun ibu hanya menjelaskan bahwa inilah roda kehidupan, roda kehidupan yang terus berputar. Roda kehidupan yang setiap saat harus kamu percayai bahwa hidup tidak selamanya ada di atas juga tidak selamanya ada di bawah. Inilah kehidupan, kamu hanya perlu berjuang untuk hidupmu dan lakukan hal-hal yang terbaik.

 

Aku pun terdiam……

Tiap kesulitan itu, pasti ditemani kemudahan, bukan?

 

Seandainya kita mau menganalogikannya dengan alam, mungkin akan seperti ini.

 

Pernah lihat hujan lebat kan?

Di saat hujan, awan terlihat hitam pekat, kurang cahaya. Ditemani dengan hembusan angin yang begitu kuat dan kadang sampai membuat pepohonan tumbang. Namun, apa yang terjadi setelah hujan? akan ada pelangi indah berwarna warni yang akan mempercantik warna langit kala itu.

 

Begitu pun dengan setiap ujian, pasti ada kesudahannya, yang mudah dan indah.

 

Seandainya beranalogi seperti itu belum berhasil membuat kita percaya akan ada manis setelah pahit. Mungkin, sekali lagi kita bisa berpikir seperti ini:

 

“Hidup ini tidak bercerita tentang gagal atau berhasil, kalah atau menang, jatuh atau bangkit, yang terjadi begitu saja tanpa makna. Semua itu adalah percuma, jika kita salah menyikapinya. Apapun yang menimpa kita, tidak penting.

Tapi bagaimana cara kita menyikapinya agar mendapat ridho dan cinta-Nya, itu yang terpenting.”

 

Adakah yang lebih kita nantikan selain cinta dan ridho-Nya??

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s