Posted in anime, curhat

Anime Di Mata Saya

Saya memang bukan maniak anime. Saya bukan penggila anime. Saya juga tidak mengikuti anime tiap seasonnya. Saya masih newbie. Jam terbang saya masih cetek banget jika harus berkomentar tentang anime. Tetapi dua tahun terakhir ini saya mulai tertarik dengan dunia per-anime-an ini. Dulu, waktu saya kecil, anime yang saya tahu cuma beberapa. Seperti Sailor Moon, Chibi Maruko Chan, Tokyo Mew-Mew, P-Man, Hamtaro, Shinchan, Bakabon, Inuyasha, Card Captor Sakura, Tsubasa Crochonicle, Minky Momo, Dragon Ball, dan Digimon. Tiap hari Minggu, saya suka meluangkan waktu di depan layar televisi hanya untuk membersamai tokoh-tokoh anime itu. Meski seringkali skip episode, tetapi bagi saya, dulu itu anime hiburan yang benar-benar menghibur. Waktu saya SD, saya sebut anime itu ya kartun, belum tahu kalau kartun dari negeri Sakura itu disebut anime. Bagi saya semua animasi, baik dari Amerika, Eropa, Asia, yang namanya animasi ya kartun.

Waktu saya SD, anime yang paling saya suka itu Sailor Moon. Saya suka character-character gadis pembela kebenaran itu. Dari banyaknya karakter sailor pembela kebenaran, satu character yang paling saya suka adalah sailor Merkuri. Saya suka tokoh Ami ini karena ia lah sailor yang memakai kostum biru. Saya suka biru, itu sebabnya saya suka Ami. Selain karena kostum yang dipakainya warna biru, alasan kenapa saya menyukai Ami karena ia chara yang kalem dan pendiam, seperti saya. Hehe Saking begitu sukanya ama tokoh Ami, saya sampai minta beli boneka Ami sama orangtua saya. Alhamdulillah, orangtua saya pengertian, akhirnya saya dapat juga boneka itu. Selain boneka, saya juga sempat bikin kartu nama kartu namaan yang gambarnya sailor Merkuri. Itu lah bentuk kecintaan saya pada Ami.

Balik lagi tentang anime, intermezo dikit tentang masa lalu saya. Nah, dua tahun terakhir ini, saya mulai mencicipi dunia anime lagi. Setelah larut dengan dunia K-drama, akhir-akhir ini peminatan saya mulai terbagi antara k-drama dengan anime. Sejak saya SMP dan SMA, saya mulai jarang nonton TV di hari Minggu. Itu sebabnya saya mulai meninggalkan anime dan berfokus pada K-drama, walau K-drama sudah saya kenal dari SD juga. Seseorang, secara tak sengaja, memberikan pengaruhhobbynonton animenya pada saya. Sejak saat itu, saya suka nonton anime lagi. Saya download berbagai macam anime, mulai dari Angel Beats, Anohana, Baka to Test Shokanju, Blood-C, Another, Bokura ga Ita, Clannad, Durarara!, Full Metal Panic, Ichigo Mashimaru, Kimi Ni Todoke, Lucky Star, Ouran High School, Bakuman, Gakuen Alice, Steins Gate, My Sweet Kaichou, Natsume Yuujinchou, Eve No Jikan, Danshi Koukousei, Kino no Tabi, dan masih banyak lainnya, hanya untuk menyelam lebih dalam tentang dunia anime yang ternyata…. WOW!

Pemikiran saya yang sebelumnya, kisah anime itu hanya diperuntukkan untuk anak kecil. Hanya berkisar dongeng, imajinasi, dan fairy tailaja. Bisa dilihat dari penayangan anime televisi yang isinya Naruto, One Piece, Bleach, dan Crayon Shinchan. Kalau orangtua saya pernah bilang, gambarnya udah gak masuk di akal jika dikonsumsi sama anak SMP dan SMA. Dalam artian, sudah gak layak dikonsumsi untuk saya. Awalnya memang saya setuju dengan pemikiran mereka. Namun ternyata saya salah. Anime itu banyak genre-nya. Saya jadi banyak tahu dan banyak mengerti tentang berbagai story. Kalau dulu anime yang paling saya suka Sailor Moon. Sekarang, anime yang paling berkesan buat saya adalah 5 Centimeter per Second.

Saya memang masih newbie banget soal anime. Kurang pantas juga kalau musti komentarin soal anime. Apalagi jika ditanya anime apa yang paling bagus. Saya juga belum nonton anime-anime yang rate nya tinggi dan bagus, seperti Gintama, Suzumiya Haruhi No Yuutsu, Code Geass, Fate and Zero, dll. Namun sejauh ini, anime yang paling berkesan buat saya adalah 5 Centimeter per Second. Anime ini berkesan buat saya, bukan karena orang yang memberi pengaruh anime ke saya itu suka dengan anime ini (ya meski beberapa persen ada sih). Saya suka anime ini lebih karena anime ini telah menggerakkan saya. Menggerakkan saya untuk mengenal lebih banyak orang lagi. Walau memang, dari segi art, visual, dan story anime ini jempol. Karena anime ini lah, saya merasa mendekatkan sesuatu yang jauh. Kenapa? karena anime ini yang mempertemukan saya dengan empat sahabat pena hingga saat ini. Setiap kali saya ditanya alasan kenapa saya memiliki sahabat pena. Dengan senyum, anime ini lah jawabannya. Anime ini juga yang selalu membuat dada saya berasa fluttering untuk waktu yang lama. Ya, mungkin 5 Centimeter per Second akan bersemayam di hati saya untuk jangka waktu yang tidak singkat.

Selebihnya, dari semua anime yang pernah saya tonton. Kalau dulu saya suka karakter Ami di Sailor Moon, sekarang saya suka karakter Honma dalam Anohana. Gadis yang periang, sederhana, tetapi begitu perhatian dengan teman-temannya. Karakter ini banyak memberikan saya inspirasi dan pelajaran. Kalau diibaratkan, saya menyamakan karakter ini dengan karakter Eun Chae dalam k-drama Im Sorry I love you. Sedikit-sedikit saya mencontoh karakter anime ini untuk perbaikan diri saya.

Begitu lah coretan kecil saya tentang anime. Sesuatu yang awalnya biasa saja, menjadi luar biasa.

Dengan mengulum senyum, saya katakan, “Mungkin semua itu karena ada cinta, dalam anime.” 🙂

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

4 thoughts on “Anime Di Mata Saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s