Posted in Sedikit Ilmu

Drama “Aduh” Karya Putu Wijaya

Aduh

“Aduh” merupakan drama yang mengisahkan keraguan sekelompok orang untuk menolong seseorang yang sedang terluka. Sekelompok orang tersebut ragu, apakah orang yang sedang terluka itu perlu ditolong atau dibiarkan saja. Apabila tidak ditolong mereka kasihan, jika ditolong mereka takut akan seperti pengalaman mereka dulu saat orang yang minta tolong hanya pura-pura bahkan ingin berbuat jahat pada mereka. Drama “Aduh” hanya memiliki tiga babak. Latar yang digunakan dalam naskah drama Aduh adalah sore hari di lorong tempat sekelompok orang tersebut bekerja.

Drama “Aduh” mengisahkan sekelompok orang yang sedang bekerja kemudian datang seseorang dengan keadaan sakit. Sekelompok orang tersebut menanyakan keadaan orang yang sakit itu, tetapi orang sakit itu hanya diam. Salah seorang dari kelompok pekerja itu ingin menolong, tetapi seorang yang lainnya tidak. Mereka ragu untuk menolong orang tersebut karena takut orang yang sakit hanya berpura-pura. Hal ini membuat sekelompok orang itu saling berdebat dan bertengkar. Kemudian orang yang sakit itu meninggal dan membuat sekelompok orang tersebut merasa menyesal.

Dengan dipimpin oleh satu orang, sekelompok orang itu pun mencoba mengangkat mayat itu tetapi tak bisa. Hingga malam hari mereka tetap tidak bisa mengangkat mayat tersebut. Kemudian mereka memutuskan untuk menunggu mayat itu hingga pagi, tetapi diantara sekelompok orang tersebut ada yang kesurupan. Sambil menunggu mayat itu, satu per satu dari sekelompok orang tersebut merampok mayat. Orang yang kesurupan itu mengerang karena mayat itu dirampok. Hal ini membuat pertengkaran lagi.

Saat pagi hari sekelompok orang itu pun berhasil mengangkat mayat itu untuk dikubur, tetapi di tengah perjalanan ada anjing yang menakuti mereka hingga membuat mereka kabur meninggalkan mayat. Mereka berlarian menjauhi anjing-anjing itu. Di antara sekelompok orang itu ada yang terluka dan saling mengaduh sehingga permasalahan kembali seperti di awal cerita


Putu Wijaya. Aduh. 1973. Pustaka Jaya. Jakarta.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

5 thoughts on “Drama “Aduh” Karya Putu Wijaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s