Posted in review, Sedikit Ilmu

Hamlet

Hamlet[1]

“Hamlet” merupakan sebuah drama yang mengisahkan kesedihan pangeran Hamlet setelah ayahnya meninggal dan ibunya yang menikah dengan pamannya. Kematian ayahnya serta pernikahan ibunya membuat Hamlet ingin membalas dendam dengan pamannya. Latar yang dipakai dalam drama ini adalah sebuah kerajaan di Denmark beratus-ratus tahun yang lalu.

Drama “Hamlet” mengisahkan sebuah kematian seorang raja, yakni ayah Hamlet, secara misterius. Setelah kematian raja, sang ratu yaitu Gertrude menikah dengan paman Hamlet bernama Claudius. Hal ini membuat Hamlet sedih. Pada saat yang sama, teman-teman Hamlet mengaku telah melihat sebuah perwujudan mirip dengan raja. Hamlet penasaran kemudian meminta mereka menunjukan perwujudan itu. Setelah melihatnya, Hamlet diminta untuk membalas dendam atas kematian ayahnya, karena ayahnya telah dibunuh oleh pamannya. Mengetahui hal itu, Hamlet ingin membalas dendam. Ia berpura-pura gila untuk menjebak Claudius.

Hamlet menyewa sebuah pentas drama untuk melakonkan kisah sang raja yang diracun oleh seseorang. Setelah melihat pertunjukkan tersebut, Hamlet bertanya pada ibunya mengenai misteri kematian ayahnya, tetapi ibunya tidak mau memberitahu. Karena merasa terusik oleh “sesuatu” yang tersembunyi dibalik tirai, Hamlet pun menikam “sesuatu” itu dengan pedangnya. Ternyata Polonius, penasihat Claudius, yang bersembunyi dibalik tirai dan ia pun meninggal. Setelah kejadian itu, Claudius mengirim Hamlet ke Inggris untuk menyembuhkannya dari kegilaan. Namun, tujuan Claudius sebenarnya adalah untuk mengusir Hamlet.

Di tengah perjalanan menuju Inggris, Hamlet melarikan diri bersama Horatio. Mereka berdua menghadiri pemakaman Ophelia, anak Polonius, yang meninggal karena menenggelamkan diri di sungai. Saat Ophelia hendak dikubur, Laertes, kakak Ophelia, masuk ke dalam kubur dan membuat Hamlet marah. Peristiwa tersebut membuat keduanya bertengkar dan berencana untuk mengadu pedang. Melihat peristiwa tersebut, Claudius pun ikut membantu Laertes untuk mencelakakan Hamlet. Ketika aksi adu pedang itu hampir berakhir, ibu Hamlet tidak sengaja menenggak minuman Hamlet yang sudah diberi racun oleh Claudius. Sementara itu, Hamlet berhasil memenangkan adu pedang dari Laertes. Sebelum meninggal, laertes mengatakan bahwa Claudius telah meracuni minuman Hamlet yang telah diminum ratu. Ini membuat Hamlet marah dan membunuh Claudius. Setelah membunuh pamannya, Hamlet memberi wasiat pada Horatio untuk menyerahkan kerajaan Denmark kepada Fortinbras. Kemudian ia pun menusuk dirinya sendiri dengan pedang yang juga telah diberi racun.


[1] William Shakespeare. Hamlet. (Surabaya:Selasar Publishing, 2009), 1–247

 

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

One thought on “Hamlet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s