Posted in review, Sedikit Ilmu

Titik-Titik Hitam

“Titik-Titik Hitam”[1] adalah drama yang mengisahkan sebuah keluarga yang salah satu anggotanya sakit parah. Hartati, istri Adang, sakit parah karena putus asa dan sedih setelah ditinggal pergi oleh Trisno. Hal ini membuat Ibu, Adang, Rahayu, dan Trisno menjadi saling salah-menyalahkan. Mereka saling mengungkap dosa satu sama lainnya. “Titik-Titik Hitam” hanya memiliki satu babak dengan sembilan belas adegan dan latar drama terjadi di rumah Adang pada malam hari.

Drama “Titik-Titik Hitam” mengisahkan sebuah keluarga antara Ibu, Ayu, Tati, Adang, dan Trisno. Hartati sakit parah tanpa diketahui penyebab sakitnya. Ibu dan Adang begitu cemas dan khawatir dengan keadaan Tati, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena Tati tidak ingin menemui mereka. Hal ini membuat Ibu dan Adang saling menyalahkan. Adang keluar rumah sedangkan Ibu tetap di dalam ruangan. Kemudian dr.Gun yang mengobati Tati memberitahukan keinginan Tati pada Ibu untuk menemui Rahayu, adik Tati. dr. Gun berusaha mencari petunjuk penyebab sakitnya Tati. Ia bertanya hal-hal yang pernah dikatakan Tati pada Ibunya sebelum Tati sakit, tetapi Ibu tidak memberikan jawaban tepat. Setelah itu, tiba-tiba Tati menanyakan Ibu. Ibu pun masuk ke kamar Tati. Tak lama setelah itu, Rahayu datang. Terjadi percekcokan antara Ayu dengan dr. Gun karena peristiwa masa lalu Ayu. Ayu pernah menggugurkan kandungan yang membuat dr.Gun sangat menyesal telah membantunya. Setelah itu, Ibu keluar dari kamar Tati dan memberitahukan keputusasaan Tati pada Ayu. Ayu merasa bersalah dan ia pun masuk ke kamar untuk merelakan Trisno kembali pada Tati.

Tak lama kemudian Trisno datang. Sambil menunggu Tati, ia kembali mengenang peristiwa sebelum kepergiannya. Ia mencintai Tati dan melakukan pengkhianatan pada Adang, kakaknya. Sebelum pergi, Trisno mengajukan pilihan pada Tati, tetapi Tati tidak bisa memilih. Hal ini membuat Trisno kecewa dan Tati pun jatuh sakit. Kedatangan Trisno membuat Adang mengetahui pengkhianatan adiknya. Adang dan Ibu menyalahkan semua kejadian yang menimpa Tati pada Trisno. Namun, Trisno tak mau disalahkan sehingga mengungkap kecacatan Adang. Adang merasa terpukul karena pengkhianatan Tati dan ketidakberdayaannya memberi nafkah batin. Adang pun meminta Trisno untuk membunuhnya, tetapi Trisno menolak. Pertengkaran itu membuat Ayu sedih dan menangis. Ia masuk ke kamar Tati dan menemukan bahwa Tati sudah meninggal.


[1] Nasyah Djamin. Titik-Titik Hitam. 1956. 1–19

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

One thought on “Titik-Titik Hitam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s