Posted in curhat, Pesan Ayah

Horror di Kosan

Sendirian. Memang keadaan yang paling tidak menyenangkan. Banyak yang bilang kalau sering sendirian kemana-mana (jomblo) tanda gak laku. -__- Sering sendirian terkadang dianggap antisosial dan sombong lah. Sering sendirian dipikir gak berbakat punya teman lah. Pokoknya, akan banyak interpretasi jika kita melihat seseorang dalam keadaan sendirian. Saya juga sering dalam keadaan sendirian. Dari mulai jalan sendirian ke kampus; makan sendirian di kantin; baca buku sendirian di perpus; dan yang paling tidak menyenangkan adalah tidur sendirian di kosan.
Yap, sebenarnya saya ini tipe manusia penakut. Makanya saya suka susah kalau diajak nonton film horor. Kalau habis nonton film horor, sebelum tidur seringkali saya berimajinasi yang tidak-tidak dan ini membuat tidur saya tidak nyenyak. Fiuuuh
Semua itu awalnya hanya imajinasi saya belaka. Sampai pada suatu hari, di kosan saya, waktu itu menunjukkan pukul 02.00 dinihari. Saya yang sudah selesai mengerjakan tugas, berniat untuk tidur. Kebiasaan tidur saya, sebelum tidur pasti lampu selalu saya matikan. Walaupun saya penakut, tapi kalau tidur lampu saya dimatiin (itu artinya saya gak takut-takut banget kan?).
Nah, setelah lampu mati, saya pun segera membenamkan diri ke atas kasur. Kebetulan, posisi kasur saya ada di depan jendela. Jadi, kalau tidur pasti menghadap jendela. Biasanya, di luar jendela saya selalu terang di malam hari karena ada penerangan di lorong kosan. Selain itu, jendela saya berwarna biru muda jadi setiap hal yang melewati jendela saya pada malam hari pasti kelihatan.
Ingat ya, saya itu tidur jam dua. Semuanya sudah terasa sepi dan hening. Wajar karena semua anak-anak di kosan mungkin sudah tidur. Tiba-tiba…… sssssssttt. Ketika saya hendak menyelimuti diri dan menutup mata. Di depan jendela lewat lah sebuah bayangan. Sontak, darah saya langsung mengalir lebih cepat ke jantung saya dan membuat degup saya bergerak tak karuan. Mata saya langsung melotot dan mengamati betul bayangan di jendela kosan saya.
Benar-benar ada sosok bayangan yang kelihatannya lagi nangkring di luar jendela kamar saya. Dalam kondisi seperti itu, saya hanya bisa diam, bersikap serileks mungkin (walaupun dalam hati takut banget) rasanya ingin menjerit seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang melihat “sesuatu” di tv-tv. Tapi saya tetap diam. Entah kenapa, sambil memandangi terus bayangan di jendela itu. Otak saya tiba-tiba mengingat cerita ayah saya yang sering diucapkan setiap habis ngaji.

Seingat saya, dulu, waktu zaman Rasulullah, ketika Rasul sedang duduk berdiskusi di majelis bareng sahabat-sahabatnya. Rasul melihat sahabatnya yang bernama Abu Hurairah sedang asik berbicara dengan seseorang. Rasulullah terus memperhatikan percakapan mereka berdua.
Setelah Abu Hurairah selesai berbicara dengan orang tersebut, Abu Hurairah ditanya sama Rasul.
“Ya Abu Hurairah, apa yang tadi telah kamu bicarakan?”
“Saya membicarakan tentang ayat kursi ya Rasul. Katanya, syetan itu paling takut dengan ayat kursi.”
“Benar, tadi itu, kamu sedang berbicara dengan mahluk yang suka berdusta. Apa yang dikatakannya pasti bohong, tetapi apa yang tadi ia ucapkan padamu adalah jujur.”
“Maksudnya, ya Rasul?”
“Ia adalah syetan.”

Nah, sepenggal dari ingatan saya tentang itu. Langsung saya aplikasikan saat momen “aneh” di kosan saya. Sambil terus menatap jendela kamar saya yang masih berdiri sesosok mahluk, entah apa itu.
Saya baca deh ayat kursi.
“Allahu la ilaha illa Huwa, Al-Haiyul-Qaiyum La ta’khudhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fis-samawati wa ma fil-‘ard Man dhal-ladhi yashfa’u ‘indahu illa bi-idhnihi Ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi shai’im-min ‘ilmihi illa bima sha’a Wasi’a kursiyuhus-samawati wal ard, wa la ya’uduhu hifdhuhuma Wa Huwal ‘Aliyul-Adheem”
Sebanyak tiga kali. Tiba-tiba bleeeeessss! tuh bayangan hilang! tak ada lagi!. Alhamdulillah….. ternyata khasiat ayatul kursi manjur!
Setelah itu, saya buru-buru menyalakan lampu yang ada persis di sebelah jendela dan kembali meringkel di kasur. Walau masih sedikit takut, tapi jujur saya merasa lega sekali.

Ini artinya, yakinlah dengan ayat-ayat Allah, tapi bukan yakin dengan ayat karena ayat tidak memberi bekas.
Hal yang perlu diyakini adalah keistiqamahan kita terhadap Allah, memohon pada Allah dan mintalah ayat yang kita baca menjadi pelindung dan pemusnah dari segala ganguan sihir, syaitan, dan jin. Jangan lupa untuk mengingat-ingat nasihat orangtua, walaupun orangtua kita cerewetnya minta ampun. Nasihat mereka, entah kapan dan dimana, pastinya akan kita gunakan.🙂

Dan mudah-mudahan bayangan yang nangkring di luar jendela itu tidak mampir lagi. Seandainya mampir lagi, mungkin saya akan berpikir dua kali untuk tetap tinggal di kosan ini. -_-

wallahu’alam

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

4 thoughts on “Horror di Kosan

  1. waah..
    ketauan deeh..:D
    kemaren bayanganku ketinggalan..he
    muka dan kulitnya kosong ‘item’ gara2 ayat kursi.

    #kabuurr-lagii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s