Posted in Cerpen, curhat

Namaku: Diana

Kalau memang harus rahasia, aku lebih tulus dari yang kau kira. Mari kita layari detik demi detik yang akan mengantarkan kita pada senja. Aku tidak akan memintamu, menjawab atau menjelaskan apa-apa pada apa yang tidak kau inginkan. Biar saja, biar terkunci dalam ruang tanpa pintu. Sampai seseorang datang membebaskan. Sampai angin berkabar dari selatan, timur, barat, utara, dari mana pun. Lalu aku hidup lagi.

Dan jangan lupa,

namaku: Diana.

Sore ini aku akan pergi. Inilah saatnya, segala harus berhenti pada sebuah titik. Kusisakan catatan ini untuk seseorang yang akan membebaskan aku dari rahasia-rahasia. Sementara diriku akan tenggelam dalam hujan di luar. Lihat! sore ini begitu basah!

 

Mimpi dan cinta kadang begitu melelahkan. Di manakah hari yang asing ketika aku tidak perlu lagi mengharapmu? Aku hanyut pada malam-malam yang hanya berupa ruang tanpa akhir, ruang tanpa dinding.

Aku, Diana. Seorang perempuan yang tulus mencintaimu dan kau perlu mengenangku.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

5 thoughts on “Namaku: Diana

  1. Aku, Diana. Seorang perempuan yang tulus mencintaimu dan kau perlu mengenangku.

    aaah…
    aku tidak perlu mengenangmu..
    karena aku masih disampingmu..

    #kabuuuur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s