Posted in curhat

Surat dari Sebrang

Pernah dapet surat? Surat apa? Surat cinta, surat dinas, surat tagihan, surat sahabat, atau surat talak? hahaha. Saya yakin, sebagian dari kita pernah mendapat surat. Saya pun demikian, saya pernah dapet surat. Entah itu surat cinta maupun surat sahabat. hahaha

Seperti yang kita tahu, di era sekarang ini, mungkin kata “surat” sudah mulai asing dan jarang didengar lagi. Paling-paling hanya surat tagihan, surat dinas, atau surat gugatan yang sering kita tahu. Kali ini, saya tidak akan membahasa surat cinta ataupun surat dinas, melainkan surat dari sahabat. Sudah setahun belakangan ini, saya memiliki beberapa sahabat pena. Tau maksud sahabat pena? Ituloh… teman berkirim surat. Jadi, awal mulanya, saya terinspirasi dari anime yang pernah saya bahas sebelumnya 5 Cm/s. Nah, di anime itu kan ada karakter Akari yang berkirim surat sama Tohno. Setelah nonton anime itu, saya iseng bikin status di FB, “Pengen deh punya sahabat pena.” Sebenarnya itu iseng, iseng banget malah. Namun, ternyata saya dapat respon, ada teman yang juga ingin sahabat penaan sama saya. Asyiiik.

Awalnya, sahabat pena saya hanya teman dari Solo. Setelah itu berlanjut ke Lampung, kemudian nambah ke Pakistan dan lanjut ke Turki. Ih waow! jauh juga ya? Gimana sensasi yang saya rasakan selama sahabat penaan? wah, seneng banget. Pokoknya beda dengan hubungan komunikasi yang dilakukan via telpon, sms, atau email. Beda banget. Mau tahu apa yang saya rasakan? Pertama, waktu pak pos dateng ke rumah, saya deg-degan. Setelah itu, saya buka suratnya, saya jadi tersenyum. Suratnya itu saya bolak-balik dan seringkali saya baca ulang. Melihat tulisan-tulisan tangan para sahabat, membuat saya senyum-senyum gak jelas. Mulai dari tulisan tangan yang rapi terus tulisannya kecil-kecil sampai tulisan tangan tegak bersambung. Saya suka dan sangat menikmatinya.

Kedua, sensasi yang berbeda dari memiliki sahabat pena adalah kami bisa saling bertukar barang! jeng jeng jeng…. Inilah yang paling saya sukai. Teman saya pernah ada yang mengirimi sekotak kue saat lebaran kemarin. Selain itu, teman saya yang dari Turki baru-baru ini sering mengirimi saya cokolata alias coklat! dan berbagai pernik khas Turkey.Alhamdulillah, Allah telah mempertemukan saya dengan sahabat yang begitu baik dan perhatian. Anugerah buat saya bertemu dengan mereka semua. Saya senang sekali mengenal mereka. Benar-benar pengalaman ini akan cocok banget kalau saya ceritakan ke anak cucu saya nanti. hahaha

Ketiga, dari sahabat pena, saya banyak belajar berbagai hal. Saya belajar mengerti, memahami, dan mencintai kisah-kisah yang mereka sampaikan. Saya belajar banyak dari kebudayaan dan adat istiadat mereka. Saya belajar dari berbagai pengalaman dan masa lalu mereka. Kami saling mendukung satu sama lain. Saling bercerita satu sama lain, dan saling membantu saya lain. Saya begitu bersyukur.

Sejak saya mengenal mereka membuat saya mengerti bahwa jarak yang jauh tetap akan mendekatkan kami karena hati lah yang telah mengikatnya. Satu sama lain.

Karena jauhlah yang mengajarkan aku makna cinta,

agar aku bisa mencintai secara perlahan

Bermula dari jarak

dan karena jarak lah aku tahu,

Indahnya kedekatan kita.

And hopefully, I’ll meet them…. someday. InsyaAllah.😀

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

7 thoughts on “Surat dari Sebrang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s