Posted in curhat, Puisi

Tragedi Cinta Berdarah

Sepasang remaja

di mabuk cinta

Keduanya berjanji tak kan pisah

Sekali pun jurang penghalang adalah orangtua

Mereka tak bergeming dengan cita-citanya

 

Mereka berharap jurang itu luluh

Seiring barjalannya waktu

Perlahan didaki curamnya jurang

Sesekali terjatuh

Bangkit

Kemudian terjatuh

Jurang terlalu kokoh

bahkan tak tersentuh

 

Tak peduli usia masih dini

Mereka yakin apa yang dinanti

Tak peduli jurang mengakar di kerak bumi

Bertekat

Untuk terus mereka gali

 

Perbedaan

Membuat jurang itu semakin curam

Remaja tak peduli walau itu haram

Jurang semakin curam

Karena yang mereka pertaruhkan adalah iman

 

Semakin mereka daki

Semakin kokoh jurang tertanam

Iman

Keimanan yang mereka pertaruhkan

Mereka tak mau mengalah
bahkan kalah

Selembar kertas tertanam kabar remaja

Meminta maaf atas jalan sesatnya

Di atas rel kereta remaja akhiri kisahnya

Mengubur dalam-dalam cita-citanya

 

Cahaya itu kini redup

Seredup keimanannya

 

“So, will you kill someone you love, because of love?”

 

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

2 thoughts on “Tragedi Cinta Berdarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s