Posted in Cerpen

Diary Diana (Flash Fiction)

Dear diary,

 

Pagi ini adalah pagi yang kelam untukku. Aku merasa pagi ini tak lagi cerah seperti biasanya. Kau tahu kenapa? karena pagi ini aku baru tahu arti kehilangan. Aku tergugu. Melihat Momo menyatakan cintanya kepada Puspa. Ternyata, Puspa juga mencintainya. Entah kenapa tiba-tiba badanku terasa lemas. Aku tak kuasa lagi berdiri di balik pintu kelas. Ya Tuhan, aku ingin menghilang. Pergi dari kehidupan ini, begitulah kalimat yang aku ucapkan tatkala melihat Momo bersama Puspa. Maka, sekejap aku bagai kesetanan lari menuruni tangga sekolah, gemetar berdiri menyentuh dinding-dinding kelas. Kakiku benar-benar gemetar melangkah.

Aku ingat, setahun yang lalu. Momo pernah mengirimkan sepucuk surat pendek untukku. Ia menulis

“Hatiku adalah pengembara yang terbang bersama angin ke berbagai penjuru. Namun, akhirnya sayap-sayap hatiku bisa beristirahat. Saat rantai seorang Diana mengikatnya erat-erat. Thank’s untuk semuanya. Din, maukah kamu terus mengikatnya?”

My flying heart finally rest. It’s wings, tied up to your chain.

Saat aku mendapat surat itu, aku hanya menjawab singkat.

“Momo, aku senang sekali bisa berteman denganmu. Makasih sudah perhatian sama aku.”  

Setelah itu, Momo masih tetap memperhatikanku, selalu ada di saat aku butuh, selalu berusaha membantuku, dan selalu menjagaku. Namun, pagi ini, entah mengapa aku merasa menyesal. Menyesal saat Momo bersama dengan Puspa. AKu merasa telah kehilangan sesuatu.  

Untuk Momo,

Cinta sejati itu seperti lilin yang menyala. Ia terbakar habis demi orang yang dicintainya. Lilin itu sudah menyala sejak dulu. Tapi, aku tetap memilih berjalan dalam kegelapan. Ini salahku. Siapapun tahu ini salahku. Tapi aku berharap lilin itu bisa terus menyala dalam jiwaku. Apa aku salah mengharapkan itu?

 

Diary, kamu tahu apa penyesalanku yang terdalam?

Some hurt just can’t heal

It’s getting harder for me to deal

Then if second chance is real

I’ll tell you exactly what I feel

There’s a love in my heart…. that never reveal….

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

2 thoughts on “Diary Diana (Flash Fiction)

  1. Mungkin harapan itu tidak salah.., namun jangan biarkan orang lain berkorban untuk kita, bila pengorbanan itu harus membuat dirinya terbakar habis seperti lilin..kasihan kan..:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s