Posted in anime, curhat, review

Honey And Clover Buat Saya

“Have you ever fell in love with a person whom you know your love won’t be requited?”

Sebagian besar orang di dunia ini mungkin saja pernah mengalami hal tersebut, termasuk saya. haha😀

Jika berbicara tentang cinta sebelah pihak, saya jadi teringat dengan anime Honey and Clover. Anime ini sebenarnya sudah saya tonton setahun yang lalu. Dalam anime ini, diceritakan tentang lima karakter, di antaranya Hagumi, Takemoto, Morita, Mayama, dan Ayumi serta pemeran pendukung Nomiya. Nah, hal yang menarik perhatian saya dalam anime ini adalah hubungan yang dibangun antara Mayama, Ayumi, dan Nomiya. Ceritanya, si Ayumi ini cewek yang jatuh cinta sama Mayama, tetapi cintanya sebelah pihak. Sebab si Mayama mencintai orang lain. Sementara itu, si Ayumi juga dicintai oleh Nomiya. Meskipun demikian, si Ayumi ini masih tetap care dengan Mayama. Kalau dipikir secara jernih menggunakan logika yang utuh, sebenarnya si Ayumi bodoh juga, karena dia sudah tahu, mengerti dan juga sadar kalau cintanya sama Mayama hanya satu sisi. Bisa dikatakan kalau si Ayumi tetap berlaku demikian, itu hanya membuat dirinya makin tersiksa. Mengapa saya katakan demikian? karena saya juga mengalaminya. haha😀 Tetapi apa yang dilakukan Ayumi juga tidak salah. Serasional apapun, sepintar apapun manusia, kalau berhubungan dengan cinta ya susah juga. (membela diri sendiri haha :D)

Satu scene yang cukup dapat menggetarkan hati saya. Membuat hati ini cenat-cenut sekaligus remuk redam adalah ketika Mayama sedang menggendong Ayumi.

Dalam scene tersebut kurang lebih percakapan mereka seperti ini.

Mayama: “Hei, kenapa kamu menyukaiku? Kamu tahu, kamu itu berharga untukku. Meskipun begitu, aku harus menolakmu baik-baik. Aku pernah berpikir, kalau aku menolakmu, nanti kamu akan pergi jauh. Kamu tahu gak? setiap kali melihatmu, sebenarnya aku terluka, karena aku seperti melihat diriku sendiri. Aku pernah berpikir, ‘Apakah Rika, orang yang aku cintai, sama memandangku seperti aku memandangmu? mungkin saja ia melihatku orang yang tidak keren dan lemah. Meski begitu, aku tidak masalah, tak apa jika ia memandangku seperti itu. Aku tetap akan berusaha tenang. Aku akan tetap berjuang untuk bersama dengannya. Kau tahu itu, Ayumi?”

Saat Mayama mengatakan hal itu, Ayumi mulai sesenggukan. Air matanya menetes dari perlahan hingga deras. Sementara saya, yang menonton, mulai campur aduk perasaannya. haha😀

Ayumi: “Mayama, aku mencintaimu.”

Mayama: hanya jawab hmm

Ayumi: “Mayama, aku mencintaimu.”

Mayama: lagi menjawab hmm

Ayumi: “Mayama, aku mencintaimu.”

Mayama: lagi-lagi menjawab hmm

Ayumi: “Aku mencintaimu.”

Mayama: tetap menjawab hmm

Ayumi: “Aku sangat mencintaimu.”

Mayama: tetap saja menjawab hmm

Ayumi: “Aku mencintaimu, Mayama.”

Mayama: “Iya, terima kasih.”

Seandainya saya jadi Ayumi, mungkin akan saya getok kepalanya Mayama pada saat itu. POK! POK! POK! hahaha😄 Saya gemas banget! Benar-benar gemas! Scene ini benar-benar berhasil membuat saya berderai air mata tak karuan. Makanya, benar-benar berbekas di hati sanubari saya. Hahaha😀

Sementara hubungan antara Ayumi dan Nomiya, menurut saya, lebih terasa dalam versi doramanya. Nomiya yang menyukai Ayumi, padahal ia sendiri tahu kalau si Ayumi hanya melihat Mayama seorang. Meski begitu, ia tetap menemani Ayumi di kala kesendirian Ayumi. Menurut saya, si Nomiya ini lah yang dinamakan cowok gentleman. You Rock Nomiya! hahaha😀

Nah, bicara soal Nomiya, seminggu lagi seorang teman yang pernah saya anggap sebagai ‘Nomiya’ akan menikah. Akhirnya dia telah menemukan kebahagiaannya. Saya senang mendengarnya sekaligus merasa bersalah. Ketika dapat kabar mengenai  rencana pernikahan ‘Nomiya’ itu, rasanya kaget banget! gak disangka ternyata secepat itu. Padahal umurnya baru 24 tahun. hahaha Namun, di satu sisi saya merasa bersalah setiap kali mengingat apa yang pernah saya lakukan dan saya katakan padanya. Tersadar bahwa dulu mungkin saya banyak sekali melukai perasaannya. Begitu banyak perasaan yang terjadi antara saya, dia, dan mereka karena merasa melukai, dilukai, dan terlukai. Dan hal ini, lagi-lagi mengingatkan saya dengan salah satu quote dalam anime Honey and Clover.

“Until now, I thought that Mayama was mean and stupid. I wondered why it couldn’t be me when I’ve liked him for so long. But if it was me even if everyone from the shopping arcade told me they liked me so much and asked, “Why aren’t we good? Choose me” They’ve liked me for so long. Why can’t I just choose one of them? I can’t choose. They’re important, really important but it’s not the same. I finally understand. This is probably how Mayama feels.” -Yamada Ayumi-

Mengapa dengan quote itu? Ada apa dengan quote itu? Mengingat quote tersebut membuat saya sadar. Dulu, ‘Nomiya’ secara implisit pernah bertanya hal yang kurang lebih sama. Dan saya pun pernah bertanya seperti itu dalam hati. Kini sudah saatnya saya berhenti. Berhenti menoleh. Berhenti menunggu. Berhenti bersedih dan kembali seperti dua tahun lalu.🙂

Untuk Nomiya, “Terima kasih”

Untuk Mayama, “Terima kasih”

“As time passes, the day will come when everything will fade to memories. But, those miraculous days, when you and I along with everyone else, searched together for just one thing…. will continue revolving forever…. somewhere deep in my heart as my bittersweet memory.” – Takemoto Yuta-

Buat saya, anime ini termasuk anime shojo yang cukup realistis. Kehidupan nyata memang sering kita temukan hal-hal seperti itu. Pasangan-pasangan yang menderita sebab cinta sebelah pihak. Ibaratnya, “Aku kejar kamu, kamu kejar yang lain.” Jadinya, main kejar-kejaran deh. hahaha😀

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s