Posted in curhat, Sedikit Ilmu

Kehilangan

“Have you ever lost something Important?”

Jawabannya pernah. Salah satunya beberapa hari lalu, saya kehilangan sebuah benda kecil. Ia berbentuk merah dengan dua lipatan di badannya. Benda itu biasa kita sebut dompet. Sebenarnya ini hanya hal biasa, bernama kehilangan. Dalam kehidupan, mungkin kita sudah terbiasa dengan yang namanya kehilangan. Ya, saya merasa kehilangan setelah kepergian dompet itu. Kehilangan di sini bukan karena materi dalam dompet. Melainkan karena menyadari betapa besar dan pentingnya peran dompet tersebut selama ini.Benda kecil yang biasa-biasa saja. Benda kecil yang telah menemani saya selama enam tahun ini. Benda yang selama ini selalu saya taruh di atas meja belajar. Setelah saya kehilangan dompet, setiap kali saya melihat sudut meja belajar saya, saya selalu teringat dompet itu. Ah, dompet,baru kusadari ternyata kau begitu istimewa bagiku. hahaha Mengingat waktu yang telah kita jalani selama enam tahun ini,walaupun sekarang saya sudah memiliki dompet baru, tetapi kenangan bersama dompet yang lama tetap tak tergantikan. hahaha Kalau diibaratkan, membeli barang baru sama halnya dengan membeli kenangan baru. Ada yang sengaja membeli sesuatu kemudian memindahkan kenangan bersama barang baru tersebut.Ada pula yang memang “mau gak mau” memindahkan kenangannya dan beralih kepada yang baru, seperti saya ini.

Lebay gak kalau saya berbicara tentang kehilangan dompet aja? gak kali ya…. :p

Hal ini karena saya jarang kehilangan, makanya setelah kehilangan sesuatu, saya selalu berpikir keras. Berkontemplasi. Mencoba merenungi dan berpikir dengan perhatian penuh, bertanya kenapa itu bisa terjadi dan apa hikmah dibaliknya. ecieee bahasanya.πŸ˜€

Bicara soal kehilangan, dulu juga saya pernah kehilangan yang teramat sangat. Kehilangan nenek. Setelah kepergian nenek, hampir setiap hari selama sebulan saya selalu menangis. Menangis karena saya merasa belum banyak berbuat apa-apa untuk nenek saya. Kehilangan karena saya gak akan mendengar ocehan, omelan, dan cerewet beliau lagi.Saya yang masih belum bisa memberi apa-apa untuk beliau. Saya yang seringkali dipanggil “nenek ebo” karena salah bantuin beliau. Saya yang belum bisa menepati janji-janji saya. Semua kenangan tersebut memberikan satu bentuk kehilangan yang teramat sangat. Hal itulah yang membuat “kehilangan” terasa begitu menyakitkan.

Setelah kehilangan tersebut, saya jadi berpikir beberapa hal. Pertama, ketika kita memiliki sesuatu,kita berkewajiban untuk menjaga hal tersebut dengan sepenuh hati dan bertanggungjawab. Meski benda tersebut kecil dan keliatan tidak berguna untuk saat ini. Namun, pada masanya benda itu akan terasa begitu berharga untuk kita. Jagalah, rawatlah,dengan penuh perhatian.Intinya mulai mencoba bertanggungjawab pada apa yang kita punya.Kedua, jika di antara kalian masih memiliki orangtua, saudara, sahabat, pasangan, teman, dan sebagainya. Berilah sepenuhnya perhatian kalian untuk mereka. Terutama orangtua. Sesungguhnya, amal yang paling baik di hadapan Allah adalah berbuat baik pada orangtua. Berbuat baik lah kepada ibu bapak dan saudara karib kerabat, pergauli mereka dengan baik. Kemudian, berilah perhatian kepada sahabat, pasangan, dan juga teman. Saling berkasih sayang dan tolong menolong lah kalian dalam kebaikan. Cintai lah mereka seperti kamu mencintai diri kamu sendiri.Meski sahabat kamu, teman kamu sudah berlaku tidak adil dan kurang baik padamu, tetapi jangan saling membenci dan iri dengki. Tunjukkan bentuk kasih sayang kalian dengan saling menjaga dan menghargai antar sesama. Tunjukkan kasih sayang kalian sebelum nanti kalian kehilangan mereka. Ketiga, saya pernah mendengar, ketika kita kehilangan sesuatu yang bersifat materi, mungkin secara langsung atau tidak langsung kita diingatkan tentang amalan dan rasa syukur. Oleh karena itu, mari perbanyak beramal dan jangan lupa untuk terus bersyukur. Keempat, ketika kita kehilangan sesuatu, tetap lah percaya dan bersikap dengan bijak bahwa dari kehilangan tersebut nantinya akan diberikan pengganti yang lebih baik dan mungkin jauh lebih indah.

Tetap berpikir positif. Selalu berbuat baik. Tunjukkan berkasih sayang. Jangan lupa beramal dan bersyukur.

 

Mungkin ada yang punya pengalaman tentang kehilangan? Ada yang ingin menambahkan?

Semoga bermanfaat.πŸ˜€

 

wallahu’alam

 

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s