Posted in curhat

Masuk Rumah Sakit

Rumah sakit? siapa yang tidak kenal kata “rumah sakit”? siapa juga yang merasa belum pernah ke rumah sakit?. Saya yakin, setiap orang pasti kenal yang namanya rumah sakit atau biasa disingkat RS. Setiap orang, mungkin saja pernah yang namanya masuk rumah sakit. Entah itu karena dia sakit atau pun karena orang lain sakit. Saya sendiri sebenarnya tidak asing dengan rumah sakit, sebab bisa dibilang saya sudah terbiasa dengan rumah sakit. Mengapa demikian? Itu karena saya pernah beberapa kali masuk rumah sakit alias rawat inap.

 

Saya tiga kali menginap di rumah sakit. Pertama, saat saya masuk SMP, sakit yang saya derita disebabkan oleh typhus dan sakit ini membuat saya tidak bisa ikut MOS SMP. Akibatnya, saat masuk sekolah SMP, saya sedikit “cengo” dengan lingkungan sekolah. Kedua, saat saya kelas satu SMA. Saat itu saya juga terserang penyakit typhus dan sedang ujian semester. Sakit ini membuat saya terpaksa mengikuti sebagian ujian sekolah di rumah sakit. Alhamdulillah pada saat itu, guru-guru saya mempercayakan soal ujian untuk dibawa ke rumah sakit. Ketiga, ketika liburan sekolah dan lagi-lagi terserang penyakit typhus. Tepatnya saat naik-naikan kelas tiga SMA. Saya ingat, waktu itu tahun 2009.

 

Dulu, selama saya sakit, saya merasa bahwa hanya saya lah yang merasa sakit. Saya saja yang merasakan gak enaknya tidur, makan, berdiri, dan duduk. Hanya saya saja yang menderita. Hanya saya saja lah yang lemah. Namun ternyata tidak demikian. Setelah beberapa hari ini kakak saya sakit. Saya jadi tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang berada di sekeliling orang yang sakit.

 

Beberapa hari ini kakak saya sakit. Dia sakit Amandel dan harus dioperasi. Hal itu lah yang membuat dia harus masuk rumah sakit. Saya bersama orangtua mengantarnya menuju ruang operasi. Selama ini, saya hanya bisa melihat ruang operasi dari sinetron atau drama korea saja. Dengan senyum dan lambaian tangan saya melepas kakak saya masuk ke ruang operasi. Awalnya, saya merasa biasa-biasa saja, tetapi ketika ia mulai diantar masuk ke ruang operasi dan pintu ruang operasi mulai tertutup, perasaan saya jadi luar biasa. Deg.Deg.Deg bercampur keringat dingin mulai mengucur. Jadi begini ya rasanya? Ketika seseorang yang kita sayangi sakit, secara langsung atau tidak langsung, kita pun ikut merasakan sakit. Ketika seseorang sakit, orang-orang yang menyayanginyapun ikut merasakannya. Ah, perasaan ini belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya pun ikut sedih, ikut khawatir, ikut cemas, dan ikut sakit. Terlebih ketika melihat raut wajah ibu saya. Ya Allah, raut wajah yang penuh dengan kekhawatiran. Jadi, selama ini, sudah tiga kali saya membuat ibu saya seperti itu. Benar-benar ini membuat saya sakit dan saya baru sadar sekarang?

 

Operasi pun berjalan lancar. Tiga jam setelah menunggu operasi, kakak pun sadar dan kembali ke ruang perawatan. Ibu saya begitu apik merawat kakak saya. Beliau menyuapi makan, mengelap wajahnya, memapahnya ke kamar mandi, dan menungguinya hingga pagi. Raut wajah ibu dan binar matanya terlihat lelah. Meski demikian,i ia tetap tersenyum sambil menyuapi makan dan minum kakak. Ini benar-benar membuat saya terenyuh. Ya Allah, betapa Ibu begitu menyayangi anak-anaknya. Kakak saya yang badannya sebesar itu tetap dimanja, tetap dibantu, tetap dipenuhi keperluannya. Dan saya sudah tiga kali membuat Ibu saya seperti itu. MasyaAllah, betapa menyusahkannya saya. Betapa merepotkannya saya.

 

Satu hal yang saya ambil dari pelajaran ini. Nasihat orangtua, kudu, wajib, dan harus dipatuhi terlebih soal kesehatan. Ini semua demi kebaikan kita. Kalau dibilang jangan makan-makanan yang pedas, turuti. Jangan makan mie, turuti. Jangan makan-makanan berlemak, hindari. Rajin-rajin olahraga, laksanakan. Sebab, ketika kita sudah sakit, orangtua lah yang “sebenar-benarnya” merasakan sakit. Tentu, sebagai anak yang menyayangi orangtua, kita tidak akan ingin mereka sakit bukan?

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s