Posted in curhat

Diam-Diam Jatuh Cinta

Ada yang bilang diam itu “emas”, kira-kira benar gak? untuk beberapa hal memang “diam” itu ibarat “emas”. Misalnya ketika memiliki konflik dengan teman, diam menjadi hal yang cukup tepat untuk menyelesaikan masalah. Namun, bagaimana dengan jatuh cinta diam-diam? apakah akan mendapat “emas” pula? Jika memang demikian, orang yang jatuh cinta diam-diam seharusnya akan menjadi orang terkaya di dunia. Benar tidak?

 

Aku tahu! bagaimana rasanya jatuh cinta diam-diam karena aku pernah merasakannya. Apa yang kudapat? mengapa aku tak kunjung “kaya”?. Jatuh cinta diam-diam memiliki kekurangan juga kelebihannya. Apa kekurangan dari jatuh cinta diam-diam? karena ‘emas’ yang didapat dari diamnya habis digerogoti rasa penasaran dan kelelahan menebak-nebak. Seseorang yang jatuh cinta diam-diam seringkali sibuk bertanya-tanya tentang objek yang dicintainya. Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Aku juga pernah jatuh cinta diam-diam. Kurang atau lebihnya, aku selalu bertanya.

“Mengapa aku mencintainya?”

“Mengapa tadi dia melakukan hal sama denganku?”

“Apakah dia tahu perasaanku?””Mengapa ketika aku berbicara dengan lawan jenis, dia menunjukkan reaksi “tak senang”?

“Mengapa dia suka dengan sesuatu yang aku sukai?

“Apakah dia pernah merindukanku?”

“Bagaimana dia bisa tahu apa yang kulakukan tadi? Apa kita memiliki keterikatan?”

 

Seringkali aku bertanya. Yang membuatku termenung. Tertegun begitu lama. Pertanyaan demi pertanyaan kutujukan pada diriku. Sekujur tubuhku sudah tertulis semua pertanyaan itu. Lama sekali aku memandanginya dalam diam. Tak pernah mengerti mengapa hubungan antar manusia begitu rumit. Selalu saja ada “dia” dalam tanda tanyaku. Aku terus bertanya, menebak, dan menjawab sendiri.

 

Lalu, apa kelebihan bagi para pecinta “diam-diam”? Menurutku, mereka, para pelaku “jatuh cinta diam-diam”, memiliki hati yang cenderung lebih kuat dan sabar. Mereka dapat menahan segala bentuk “emosi jiwa” yang seringkali membuncah pada para pecinta. Rasa cemburu, rasa marah, rasa rindu, rasa senang, dan rasa sedih. Selain itu, mereka, para pecinta diam-diam juga memiliki rasa sabar yang luar biasa. Rasa sabar menunggu reaksi orang yang dicintainya. Ini benar-benar memerlukan keteguhan hati untuk tetap setia. Begitu kuat bukan?

 

Setahuku, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran dan menghentikan kamu menebak-nebak. Meski memang kamu terhitung sebagai seseorang yang “kuat hati” dan sabar. Namun, ada kalanya berkomunikasi itu membuatmu merasa lebih baik. Rasa malu dan rasa takut untuk hasil akhirnya tak perlu dipikirkan. Karena cinta memang harus dikatakan, kepada siapa pun dan dimanapun. Sebab, orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin diabaikan diam-diam.

 

Karena aku mencintaimu berawal dari bertanya. Siapakah namamu?. Mungkin kelak kau yang akan menemaniku. Suatu hari nanti.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s