Posted in Uncategorized

Lihat Baiknya

Beberapa hari belakangan ini saya merasa ada sesuatu yang aneh dalam diri saya. Terlebih masalah pergaulan, semakin banyak hal yang membuat saya banyak berpikir bagaimanakah pergaulan saya dengan teman-teman selama ini? Apakah benar saya sudah menjadi pribadi yang bermanfaat untuk mereka? Apakah saya sudah bisa memperlakukan mereka dengan adil? Apakah tingkah laku saya banyak menyakiti hati mereka? Sebab, apa yang saya rasakan belakangan ini rasa dirasa bermula setelah peristiwa sebulan lalu.

Ah, sebenarnya mengingat itu semua hanya membuat sesak di dada. Di satu sisi, memikirkan kembali tentang peristiwa itu bisa membuat hati saya sempit, tapi di sisi lain, alhamdulillah dengan berkontemplasi dapat membuat diri saya berpikir positif. Contoh lah begini, akhir-akhir ini saya seringkali memperhatikan sesuatu. Misalnya saat ini, iseng saya perhatikan tembok di depan saya sekarang. Saya perhatikan begitu dekat dengan menatap lamat-lamat. Seperti orang gak ada kerjaan, terus sampai jarak antara mata saya dengan tembok hanya berkisar 10 cm. Saya berpikir, tembok yang dari jauh tadi keliatan mulus dan bersih, ternyata pas diliat lebih deket, permukaannya kasar, gak rata, dan kadang ada bopengnya. Sama juga seperti tiang, dari jauh keliatan mulus banget, tapi dari kalo dilihat dari dekat dan dipegang, terasa kasar banget.

Sama seperti halnya kita mengenal manusia, kalo kita baru kenal, liat dari jauh, mungkin keliatan baik-baik aja. Lalu bagaimana setelah kita semakin dekat? begitu kita semakin mengenal seseorang? WASPADALAH, akan semakin mudah bagi kita menemukan keburukan-keburukannya.

Seperti saya yang kurang kerjaan mandangin tembok dari deket, KURANG KERJAAN banget kalo kita mencari-cari keburukan orang lain. Benar tidak? Tugas kita bukan melihat kekasaran sebuah dinding atau tiang, tapi melihat bagaimana dinding itu dapat tegak, mulus, dan bermanfaat. Terlebih sebagai pondasi pembangun rumah kita.๐Ÿ˜€

Tugas kita bukan mencari keburukan orang lain, tetapi melihat potensi kebaikan yang dimiliki seseorang. Memang, tidak ada manusia yang lepas dari cacat. Namun lihatlah sebaliknya, semua manusia ada kekurangannya, TAPI tidak ada manusia yang tidak punya kebaikan di dalamnya.

Seperti halnya jika kita memiliki problem dengan orang lain. Problem akibat keburukan orang lain yang membuat dada kita terasa sesak jika mengingatnya. Kebohongan, kesalahpahaman, penghianatan, kedzaliman, keegoisan, dan segala bentuknya. Maka kunci terbaik untuk tetap berpikir positif adalah dengan melihatlah apa yang baik dari dalam dirinya. Apa yang indah saat kita bersamanya. Apa yang telah terbentuk dan terbangun bersamanya.

Hanya orang kurang kerjaan, yang sibuk mencari cacat orang lain, lupakah bahwa diri juga adalah manusia, yang tak jauh berbeda cacatnya??

Wallahu a’lam.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

3 thoughts on “Lihat Baiknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s