Posted in Uncategorized

ABU ZIRO (Aku Bukan Zi Romantis)

Kenalkan, aku adalah Abu Ziro.

Aku seorang lelaki dan aku memiliki harga diri yang tinggi. Bisa dibilang aku lelaki yang selalu jaim alias jaga image. Jangan pernah samakan aku dengan para penggemarmu, karena aku akan tertinggal jauh lebih daripada mereka. Inilah aku, orang yang kau sebut romantis padahal ABU ZIRO, aku bukan si romantis. Aku orang yang cuek.

Mungkin kamu akan sering mendengar “Aku rindu padamu… aku rindu padamu….” tetapi bukan dariku. Lelaki lain lah yang akan mengatakan itu padamu. Bukan aku.

Kuakui, aku memang terlalu jaim. Harga diriku tinggi sekali hingga tak kan bisa mengucapkan “Aku rindu padamu,”. Karena bagiku, orang yang sedang jatuh cinta itu terlihat bodoh, tentu, aku tak kan mau terlihat bodoh, terlebih di depanmu.

Kau pernah bilang padaku, “Katakan saja bila kau rindu padaku. Kenapa kau selalu diam?”

Aku yang terlalu over jaga image menjawab, “Ah, kenapa keliatan begitu repot?”

Padahal, sebenarnya, jauh di dalam lubuk hatiku, aku rindu. Tetapi aku laki-laki! aku harus gunakan logikaku! Bahkan untuk sekedar merindumu. Kalau pun aku sayang padamu, aku tak akan serta merta berkata, aku cinta kamu, aku sayang kamu, aku rindu kamu, aku bla bla bla. Tidak! Aku tidak ingin terlalu bawa perasaan.

Hingga suatu hari aku tak bisa lagi menahan perasaan ini! Entah mengapa otak dan hatiku melayani rindu sehingga aku temui dirimu di sana. Disaat kau terkulai lemah padahal sekelebat pun aku tak tahu kondisimu, tak pernah melihatmu, dan entah mengapa aku ingin menemuimu. Rupanya rindu ini bukan sekedar rindu biasa tetapi rindu dengan pembuktian sayang menurutku, tanpa perlu gombal mengatakan rindu bukan?.

Saking terlalu rapatnya aku menjaga image. Karena terlalu tingginya harga diriku, aku pun hanya bisa menulis kata demi kata dalam kertas lusuh. Kau tahu apa isinya?

Jangan menulis

Kubilang jangan ditulis!

Aku sedih dan ingin semuanya berakhir.

Musim semi yang indah tanpamu seperti malam yang gelap.

Aku hanya bisa memeluk erat tubuhku dengan kedua tanganku

Aku tidak bisa lagi menghubungimu

Dan ini menusuk-nusuk hatiku

Kubilang jangan ditulis!

Jangan menulis 

Mari kita belajar untuk diri kita sendiri bagaimana cara seseorang untuk mati.

Tanyakan hanya pada-Nya dan tanyakan diri sendiri mengapa aku mencintaimu!

Dalam kedalaman dasar-dasar hati apa kamu mendengar bahwa aku mencintaiku!

Apakah kau pernah melihat surga tanpa pernah ke sana?

Jangan menulis!

Jangan menulis

Aku takut padamu

Terlalu banyak kenangan

Seperti banyak suara seakan sering memanggil-manggil namaku.

Jangan pernah tuangkan air dalam gelas jika tidak dapat minum.

Sebuah tulisan tangan semua sama  seperti potret hidup.

Jangan menulis!

Jangan menulis

Sebab kata-kata manisku

Tidak akan aku berani baca.

Tampaknya suaramu menyebar dalam relung hatiku

Dan aku terbakar lewat senyummu,

Kubilang jangan ditulis!

Sekali lagi maaf, aku tak pernah berucap, “Aku merindukanmu.” karena aku ABU ZIRO.

——-

Di seberang hati sana ada yang menjawab lemah dengan suara parau. “Ya, aku tahu. Aku mengerti keadaanmu. Aku tahu meski tak pernah diberi tahu. Bahwa mungkin kau terlalu takut dan ragu hingga kau bisu. Bahwa mungkin kamu tidak akan pernah tahu karena kamu tidak mengerti bagaimana tiap jejak purnama berjalan pada malam yang tidak biasa. Angin berlalu pada buritan. Hanya pada kapal yang berlabuh pada dermagamu yang setia berdiri menunggu. Dan itu aku.  Kita saling diam. Tidak berani menyapa. Tidak berani berkata. Tidak berani berjejak. Hanya ada bisu. Hanya ada hening. Dan itu sebabnya, sampai kini aku masih menyetiamu ABU ZIRO.”

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

2 thoughts on “ABU ZIRO (Aku Bukan Zi Romantis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s