Posted in Uncategorized

“Salah Tempat” Penulisan Kata

Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa pun ikut berkembang. Penggunaan kata menjadi semakin bervariasi dan penyerapan kata pun semakin banyak. Perkembangan tersebut terjadi secara “alamiah” dalam arti prosesnya seiring dengan gaya dan kebiasaan serta “evolusi” komunikasi masyarakat di suatu tempat pada suatu masa dan seakan tanpa disadari. Perkembangan bahasa yang kian kaya tersebut memperkaya gaya komunikasi dan memberikan banyak makna baru seiring dengan kebutuhan zaman.

Di luar fenomena itu, kita selalu perlu cermati dan evaluasi bahwa ada banyak kelengahan yang masih terjadi di kalangan masyarakat. Kelengahan tersebut menyesatkan dan membuat kekeliruan dalam proses pendidikan. Salah satu fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini menyangkut masalah penulisan kata.

Dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan terdapat lima bab yang berisi aturan mengenai pembentukkan ejaan yang baik. Kelima bab itu antara lain mengatur tentang pemakaian huruf; pemakaian huruf kapital dan huruf miring; penulisan kata; penulisan unsur serapan; dan pemakaian tanda baca. Dari aturan-aturan tersebut, masih banyak muncul penulisan kata yang salah. Penulisan kata yang salah tersebut berkembang di masyarakat saat ini.

Salah satu contoh mengenai gabungan kata yang hanya dipakai dalam kombinasi, artinya gabungan kata tersebut ditulis serangkai. Gabungan kata antarprovinsi muncul dalam kalimat ”Keempat tersangka jaringan perampokan antar provinsi tersebut berhasil diringkus.” Gabungan kata antarprovinsi yang dipisah tersebut muncul di sebuah koran lokal. Padahal, penulisan gabungan kata tersebut menurut kaidah EYD adalah salah. Di antara kata antar dan kata provinsi tidak perlu ada jarak. Dua kata tersebut digabung menjadi satu kata karena di dalam EYD sudah ada contoh penulisannya.

Alasan yang lebih logis mengapa kata antar digabung dengan kata provinsi adalah karena kata antar merupakan salah satu morfem terikat yang tidak bisa berdiri sendiri. Morfem terikat  tidak mempunyai potensi untuk berdiri sendiri dan selalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk makna baru. Untuk kasus ini, morfem antar terikat dengan morfem provinsi. Selain morfem antar masih banyak lagi morfem terikat yang seharusnya ditulis serangkai justru ditulis terpisah.

Unsur lain dalam penulisan kata yang salah penerapannya di kalangan masyarakat adalah penggunaan kata depan “di” dan “ke”. Ada dua macam “di” dan “ke” yang seharusnya berbeda, yaitu “di” dan “ke” yang menunjukkan tempat dan penggunaannya harus terpisah dari kata yang menunjukkan tempat itu, kemudian “di” dan “ke” yang penggunaannya dipakai sebagai awalan bentuk kata kerja pasif dan penggunaannya rapat dengan kata yang diawalinya. Seringkali kita temui di jalan misalnya, penggunaan kata mobil dijual. Namun, seringkali penulisannya bukan dijual melainkan di jual atau Di Jual. Sama seperti penulisan kemana dan bukan ke mana. Penulisan kata inilah yang sering salah kaprah di kalangan masyarakat. Dalam penulisan yang benar kata dijual harus ditulis rapat karena “di” di sana berfungsi sebagai imbuhan dan bukan kata depan. Begitu pula dengan kata ke mana yang seharusnya ditulis terpisah bukan sambung.

Selain penulisan kata yang salah tersebut, masyarakat juga banyak yang tidak menyadari penggunaan imbuhan yang benar atau penggunaan akar kata yang tepat. Ada banyak fenomena yang terjadi pada kata “kontra” dan “kontrak”. Apabila kita melihat dengan lebih teliti, banyak penggunaan kata yang sebenarnya bermaksud “dikontrakkan” pada kalimat “Ruko ini dikontrakkan”, tetapi justru banyak ditulis dengan “dikontrakan”. Penulisan seperti ini memang dianggap biasa, tetapi coba perhatikan imbuhan yang dipakai. Ada penghilangan satu huruf “k”. Pada kata “dikontrakkan” imbuhan yang dipakai adalah di- kan, sedangkan pada kata ”dikontrakan” imbuhan yang dipakai adalah di-an. Hal ini berlaku jika penulis bermaksud memakai kata “kontrak” sebagai kata dasar, tetapi akan berbeda maknanya jika imbuhan yang dipakai tetap di-kan pada kata “dikontrakan” yang akan menimbulkan arti ketidaksetujuan.

Selain kesalahan itu, ada lagi kesalahan yang banyak dipakai oleh masyarakat luas adalah kata “merubah”. Ketika saya mendengarkan lagu Lebih Indah yang dinyanyikan oleh Adera, di sana ia menuliskan lirik “Dan kau hadir merubah segalanya”. Jika dianalisis dari asal katanya, kata “merubah” berasal dari akar kata “rubah” yang memiliki arti binatang yang bentuknya seperti anjing dan jika kata “merubah” diartikan berarti “menjelma menjadi rubah”. Hal ini berbeda dengan maksud dari lirik lagu tersebut yang berarti “menjadi berbeda dari sebelumnya”. Jika memang yang dimaksud dalam lirik tersebut adalah “menjadi berbeda dari sebelumnya”, penggunaan imbuhan yang dipakai adalah mer- dan bukan ­me-, sedangkan imbuhan mer- tidak ada dalam imbuhan asli Indonesia.

Semua kesalahan penulisan kata yang telah dijabarkan di atas adalah sebagian fenomena yang banyak terjadi di kalangan masyarakat. Semua kesalahan tersebut adalah produk dari “salah tempat” penulisan kata. Melihat banyak kesalahan yang terjadi tersebut seharusnya Pusat Bahasa lebih peka untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya penggunaan kata dan ejaan yang benar. Sebab bila kesalahpahaman ini terus berlanjut akan semakin membuat masyarakat tinggal dalam “kebiasaan pembodohan”. Semakin berkembangnya teknologi dan informasi, semakin banyak pula perkembangan dalam bahasa yang tanpa diikuti dengan perbaikan dari kesalahan-kesalahan kecil tersebut. Bahasa adalah produk sejarah pertumbuhan manusia dan bahasa hidup berdasarkan pemakaian dan kreativitas pemakainya. Jika ingin melihat tingkat kreativitas suatu masyarakat, lihatlah penggunaan kata yang dipakai apakah sudah benar ataukah belum.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

2 thoughts on ““Salah Tempat” Penulisan Kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s