Posted in curhat, Pesan Ayah

Perpindahan

“Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah.”

-Raditya Dika-

Berbicara soal pindahan, saya jadi teringat kutipan yang pernah ditulis oleh Raditya Dika. Isi cerita dalam bukunya yang berjudul “Manusia Setengah Salmon” itu kini tengah saya hadapi. Ya, perpindahan yang dilakukan bang Dika itu sudah saya ikuti. Hari ini, tepatnya 16 November 2012, saya sekeluarga akan pindah ke sebuah rumah baru. Meski saya berpindah ke sebuah tempat yang baru, tetapi entah kenapa rasanya ada ‘sesuatu’ yang menelisik kalbu. Ada seluk-seluk gelisah dan kesedihan masuk ke hati ini. Rumah yang sudah dua puluh tahun menjadi tempat berteduh bagi keluargaku kini harus ditinggalkan. Meninggalkan untuk menjadi lebih kuat, meninggalkan untuk menjadi lebih maju, meninggalkan untuk mendapatkan pencapaian lebih dari yang saat ini kami dapat.

Hidup ini sejatinya adalah perpindahan. Proses pindah dari satu tempat ke tempat lain. Peralihan dari satu masa, ke masa yang lain. Kalau kata ayah, “Hidup ini tidak ada yang abadi. Semua pasti akan berpindah. Jika tiba waktunya, mungkin sekarang kau sedang berada di dunia, lalu esok sudah berpindah ke akhirat.” Ya, memang perpindahan itu pasti terjadi dan dialami oleh setiap insan. Pabila kita ingin meraih sesuatu yang lebih baik, kita pun harus berani untuk melakukan perpindahan. Meski dalam proses pindah itu ada beberapa hal yang harus dilalui, seperti meninggalkan seseorang atau benda, mengalami proses adaptasi, dan merasakan berbagai rasa yang tiba-tiba masuk dalam hati.

Nah, sebenarnya saya ingin membicarakan dua perpindahan. Perpindahan rumah dan perpindahan hati *eeehh. Oke, bicara soal perpindahan rumah, karena ini kali  pertama saya pindah rumah, saya baru menyadari betapa susahnya dan repotnya melakukan perpindahan. Apalagi rumah kami tergolong cukup besar dan berisi banyak barang. Benar-benar perlu strategi khusus biar semua kelihatan ringkas. Pertama, pindahan barang-barang besar seperti lemari, bufet, kursi, meja, dan rak. Barang-barang itu semua gak semuanya kami bawa, ada beberapa barang yang masih layak pakai tapi tidak dipakai lagi oleh keluarga kami sehingga kami berikan pada para tetangga. Memberikan sebagian barang-barang kepada para tetangga memberikan kepuasan tersendiri untuk kami. Meski itu barang bekas, tapi kami senang karena bisa memberi di saat-saat terakhir bertetangga. Kedua, pindahan barang-barang kecil seperti buku, tas, baju, sepatu, dan segala tetek bengek perabotan. Kami berikan lagi kepada tetangga, teman, dan kerabat. Seperti buku pelajaran saya dari SD-SMP-SMA yang masih saya simpan, kini sudah saatnya saya berikan pada adik-adik kecil. Intinya, supaya perpindahan berlangsung simply, jangan ragu untuk memberikan sebagian barang-barangmu untuk orang lain.

Setelah selesai beres-beres, ternyata memang barang-barang kami berlimpah ruah. Meski sudah sebagian barang-barang telah berpindah tangan. Namun ternyata, ketika semua barang telah terkumpul, isinya lebih dari tiga ruangan besar rumah kami. Jika setiap ruangan itu berukuran lima kali enam meter, maka kumpulan dari barang-barang kami sekeluarga memakan space kurang lebih 90 meter. Subhanallah…. saya menyadari betapa banyak rezeki yang telah Allah berikan kepada keluarga kami. :)  Sebelum pindah, ada saatnya ketika kenangan harus kita abadikan. Jadilah kakak saya sengaja merekam tiap jejak ruangan. Tiap ukiran yang pernah kami ukir bersama-sama ketika kecil dan tiap retakan dinding-dinding bisu yang pernah kami aniaya. Semuanya itu kini terasa berharga saat ini.🙂

Sudah sampai di rumah baru nih ceritanya, apa hal penting yang harus kita lakukan? pertama, buka pintu dan jangan lupa ucapkan salam, assalamu’alaikum…. jangan lupa baca ayatul kursi. Nah kedua, setelah buka pintu cek semua lampu dan ruangan dalam rumah. Tiap ruangan perlu kita ucapkan salam, jangan sombong-sombong di tempat baru ya, karena sebelum kita pasti pernah ada penghuni lain yang tak berjejak* hehehe. Setelah itu? alangkah lebih baik dan lebih indah kalau kita berkumpul bersama keluarga kemudian mengaji Quran, ini supaya rumah yang akan kita tempati kelak membuat kita nyaman dan tentram layaknya ketika kita mengaji.🙂

Setelah perpindahan rumah, saya pun memutuskan untuk ikutan move on dalam masalah hati. Perpindahan ini saya lakukan karena saya rasa sudah saatnya untuk berpindah. Ketika segala harap hanya tinggal harapan tanpa kepastian, patutlah kiranya kamu mencari harapan baru dan itulah yang sedang saya lakukan. Cinta pertama memang tak bisa dilupakan, tetapi bukan tak mungkin untuk dipindahkan untuk cinta yang selanjutnya. Sama seperti hati dan potongan kenangan kehidupan aku, kamu, dan dia yang sudah saatnya disimpan dalam kardus untuk kemudian dipindahkan ke sudut ruang hati, karena ruang hati tak cukup luas menampung banyak benda di pusatnya. Lah kok endingnya jadi gini* hehehe :p

Semoga perpindahan ini membuat semuanya lebih baik.😀

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

2 thoughts on “Perpindahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s