Posted in Sedikit Ilmu

Definisi Wacana

Wacana memiliki berbagai macam definisi menurut para ahli linguistik. Definisi wacana yang dikemukakan tersebut saling melengkapi satu dengan lainnya. Wacana menurut Kridalaksana (2008: 259) adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hierarki gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh. Contohnya novel, buku, seri ensiklopedia, paragraf, kalimat, atau kata yang membawa amanat lengkap. Wacana menurut Kridalaksana  berhubungan pula dengan pragmatik sehingga wacana adalah seluruh peristiwa bahasa yang membawa ujaran dari pembicara sampai kepada pendengar baik ujaran maupun teks dan konteksnya.

         Sementara itu, Yuwono (2009: 92) mengungkapkan bahwa wacana adalah kesatuan makna (semantis) antarbagian di dalam suatu bangun bahasa. Menurut Yuwono kesatuan wacana dapat dilihat sebagai bangun bahasa yang utuh karena setiap bagian di dalam wacana tersebut saling berhubungan secara padu. Ditambah lagi, wacana berkaitan pula dengan konteks.

         Selain dua definisi tersebut, definisi wacana dikemukakan pula  oleh Van Dijk (1977:3) yang mengemukakan bahwa wacana adalah suatu abstract theoretical construct. Wacana adalah suatu bangun teoretis yang abstrak sehingga belum dapat dilihat perwujudan fisik bahasa. Sehingga dapat dikatakan bahwa wacana  berada pada tingkat langue. Pada tingkatan langue, wacana menurut Hoed (1992:20) memiliki dua sistem, yaitu sistem tata bahasa yang mengatur hubungan semantis dalam struktur morfosintaksis dan leksikosintaksis dan sistem yang mengatur hubungan semantis antara ujaran dan lingkungannya.

         Dengan demikian, dari ketiga definisi di atas dapat disimpulkan bahwa wacana adalah rangkaian kalimat yang serasi dan menghubungkan proposisi satu dengan proposisi lain dan kalimat satu dengan kalimat lain, sehingga membentuk satu kesatuan. Kesatuan wacana mengikat kalimat-kalimat tersebut menjadi sebuah teks dan menyebabkan pendengar atau pembaca mengetahui bahwa ia sedang berhadapan dengan sebuah teks atau wacana.

 

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.

Kushartanti, Untung Yuwono, dan Multamia RMT Lauder. 2009. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.

Van Dijk, T.A. 1977. Text and context. Explorations in the Semantics and Pragmatics of Discourse. London: Longman. 

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

2 thoughts on “Definisi Wacana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s