Posted in curhat, review, Sedikit Ilmu

AMBA: Kisah Cinta yang Mengantarkan Sejarah Bangsa

Judul Buku: AMBA: Sebuah Novel
Tebal Halaman: 496 halaman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

amba

Sinopsis

Amba adalah anak dari seorang kepala sekolah di Kadipura, Jawa Tengah. Ia adalah anak dari seorang yang sangat mencintai Serat Chentini, Wedhatama, Mahabaratha, dan puisi-puisi Jawa. Nama Amba diambil oleh ayahnya, Sudarminto, karena kecintaan sang ayah kepada kisah-kisah pewayangan. Selain Amba, Sudarminto juga menamai adik-adik Amba dengan nama Ambalika dan Ambika.

Saat Amba beranjak dewasa, ia tidak menuruti permintaan ibunya untuk menikah setelah lulus SMA dan lebih memilih meneruskan studi. Ia lebih memilih untuk meninggalkan kota kecilnya dan studi di Universitas Gajah Mada dengan mengambil jurusan sastra Inggris. Ibu dan Bapaknya menyetujui keinginan Amba tersebut karena Salwani Munir bekerja sebagai dosen di Universitas Gajah Mada. Amba ditunangkan dengan Salwani Munir dan mereka berdua merajut kasih.

Amba mulai menikmati perannya sebagai mahasiswi dan mulai mencintai sastra sebagai kehidupannya, tetapi di tahun kedua studinya, Salwa yang selama ini menemani Amba di Universitas Gajah Mada harus pergi ke Surabaya untuk urusan pekerjaan. Setelah Salwa tinggal di Surabaya, Amba memutuskan untuk pergi ke Kediri menjadi penerjemah. Ia pun pergi ke Rumah Sakit Sono Walujo tempat dimana ia harus menerjemahkan dokumen-dokumen medis berbahasa Inggris.

Di Rumah Sakit Sono Walujo, Amba bertemu dengan Bhisma Rashad. Bhisma adalah seorang dokter muda lulusan Leipzig, Jerman Timur. Seketika Bhisma hadir dalam kehidupan Amba. Menggetarkan hati Amba dan membuat Amba jatuh cinta. Cinta yang tidak pernah dirasakan Amba kepada Salwa. Bhisma dan Amba pun memadu kasih hingga Amba hamil.

Pada tahun 1965, Bhisma ditangkap di Yogyakarta karena dinilai terlibat dengan PKI. Setelah itu, tanpa sepengetahuan Amba, Bhisma dibuang ke Pulau Buru pada tahun 1971. Sejak penangkapan tersebut, Amba pun pergi ke Jakarta meninggalkan keluarganya dan Salwa. Sampai pada tahun 2006, Amba pergi ke Pulau Buru untuk memastikan bahwa informasi yang telah diterimanya mengenai Bhisma adalah benar.

Kisah Cinta yang Mengantarkan Sejarah Bangsa

Tanggapan pembaca mengenai novel Amba dalam beberapa review menunjukkan rangkaian unsur-unsur cerita yang menyamakan satu titik bahwa novel ini adalah novel percintaan. Beberapa pembaca menilai bahwa novel ini merupakan kisah cinta yang mengantarkan pembacanya pada peristiwa sejarah. Bermula dari kisah percintaanlah muncul peristiwa demi peristiwa yang menghadirkan sejarah dan mengokohkan cerita ini. Beberapa review seperti dalam goodreads.com menilai novel Amba sebagai suguhan novel dengan pemakaian latar yang menarik. Hal ini dapat dibuktikan dengan kutipan review berikut ini.

“Sebuah kisah cinta yang menggetarkan yang dilatarbelakangi pada suatu masa yang paling gelap dalam sejarah bangsa ini. Suatu masa yang demikian gelap. Suatu misteri yang mengantarkan sebuah partai komunis terbesar ketiga di dunia pada saat itu, setelah Partai Komunis Rusia dan Partai Komunis China, pada jurang kehancuran”

“Novel ini memperkaya diskusi sejarah nasional kita. Amba setidaknya bisa membuka mata generasi Indonesia saat ini dan nanti dalam memahami tragedi 1965. Bahwa pernah ada jutaan manusia yang sejarahnya disingkirkan oleh kekuasaan Orde Baru. Dan kita tidak bisa menutup mata.”

“Belajar mengenal satu lagi makna cinta, termasuk cinta pada negara, dari sejarahnya, dari kisah orang-orangnya. Termasuk cerita wayangnya.”

Review atas novel Amba di atas menggarisbawahi bahwa sebagian besar pembaca novel ini berhasil menangkap sisi sejarah yang dipakai Laksmi Pamuntjak dalam menceritakan kisah percintaan Amba. Dengan memakai kisah percintaan Mahabharata sebagai bumbu utama dalam novel ini, Laksmi Pamuntjak telah mampu mengantarkan sisi sejarah lain pada pembaca. Pembaca sebagian besar mampu menyerap informasi-informasi sejarah yang berusaha ditampilkan Laksmi Pamuntjak lewat novel Amba. Meski beberapa pembaca ada yang menilai bahwa pengungkapan cerita yang disampaikan Laksmi masih terlalu rumit, tetapi sebagian besar pembaca menilai bahwa novel ini berhasil mendeskripsikan sejarah dengan baik.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s