Posted in review, Sedikit Ilmu

Banyak Mimpi dari 23 Episentrum

Judul Buku: 23 Episentrum
Pengarang: Adenita
Jumlah halaman: 504 halaman
Penerbit: Grasindo

episentrum

Sinopsis

“Tidak ada bisa atau tidak bisa, yang ada hanya mau atau tidak mau (Firman Budi Kurniawan)”
― Adenita, 23 Episentrum

“Setiap ilmu yang sudah kita miliki, nanti akan dimintai pertanggungjawabannya. Setiap manusia yang sudah berilmu dan sejahtera karena ilmunya, sebenarnya ia punya satu tanggung jawab untuk memerdekakan orang dari kebodohan dan membuatnya bergerak untuk lebih sejahtera”

Kutipan di atas merupakan salah satu kutipan yang ada di dalam buku 23 Episentrum karya Adenita. Buku ini terdiri dari dua jenis. Pertama, buku bersampul pink adalah sebuah novel yang berisi kisah Matari, Awan, dan Prama. Kedua, buku bersampul biru adalah buku yang berisi 23 kisah inspiratif orang-orang mengenai kecintaan mereka pada pekerjaannya.

Buku dengan cover pink ini mengisahkan mengenai perjalanan kehidupan antara Matari, Awan, dan Prama. Ketiga tokoh ini merupakan tokoh utama dalam novel yang sama-sama memiliki cerita meraih arti sesungguhnya sebuah mimpi dan harapan. Matarai digambarkan sebagai sosok yang tangguh,pekerja keras, dan bertanggungjawab pada pekerjaannya. Rasa tanggungjawab tersebut dilakukannya karena ia terlibat hutang mengenyam pendidikan kuliah. Matari di sini memiliki semangat dalam meraih mimpinya sebagai news anchor di sebuah stasiun TV berita. Mimpinya tersebut masih belum terwujud karena nyatanya ia hanya bekerja sebagai reporter. Meskipun hanya sebagai reporter, mimpi Matari untuk menjadi seorang news anchor masih belum padam.

Lain Matari, lain pula dengan Awan. Awan ialah sahabat Matari yang didaulat Matari sebagai konsultan keuangannya dalam melunasi hutang pendidikan. Awan terjebak pada situasi dilematis antara menuruti keinginan ibunya dengan menuruti keinginan hatinya. Ia digambarkan sebagai anak yang penurut pada keinginan ibunya untuk bekerja di bank, meski batinnya selalu merasa tersiksa dengan pekerjaannya. Namun tahun berlalu mengantarkan dirinya pada konflik batin yang selalu menggerogoti kehidupannya sehingga ia memutuskan untuk meraih cita-citanya sebagai tukang cerita dengan modal restu ibunya.

Cerita yang tak kalah menarik datang dari kehidupan Prama. Prama digambarkan sebagai sosok yang nyaris sempurna sebagai manusia. Ia memiliki pendidikan yang baik, karir yang cemerlang, dan tampang yang oke. Namun memiliki satu kehampaan dalam diri mengenai arti hidupnya. Cerita dalam novel lebih menggambarkan sosok Prama yang sedang berburu menemukan kebahagiaan hidupnya.

Banyak Mimpi dari 23 Episentrum

Secara garis besar, sebenarnya dari awal novel ini sudah ketebak jalan ceritanya. Meskipun demikian, sebagai novel, 23 Episentrum layak dinobatkan sebagai novel motivasi yang baik. Mulai dari penggambaran karakter, latar, gaya bahasa, dan alur novel yang memiliki kesatuan dalam memberikan kesan inspiratif pada pembaca. Sesuai dengan judul bukunya yang diambil dari kata episentrum yang berarti titik pusat yang mempengaruhi pergerakan bumi. Novel ini cukup berhasil dalam menggerakkan tokoh-tokoh utamanya untuk meraih mimpi-mimpi mereka. Novel ini banyak mengajarkan pada kita “Untuk mencapai suatu impian, kita harus melakukan ‘pengorbanan’ terlebih dahulu.” Pesan pengorbanan inilah yang kiranya berusaha ditampilkan oleh Adenita lewat karakter tokoh Matari, Awan, dan Prama.

Selain sebuah novel, 23 Episentrum juga memuat pengalaman-pengalaman berharga dari 23 orang yang mencintai pekerjaannya lewat mata, hari, dan hatinya. Cerita-cerita mengharukan, unik, dan inspiratif mengenai seorang guru, pilot, pengusaha, fotografer, dan sebagainya tertuang dalam buku ini. Buku ini kiranya dapat memberikan pencerahan dalam mengambil hal-hal yang sebenarnya kita perlukan dalam hidup. Hal-hal yang membuat kita merasa puas, damai, dan keren dengan pilihan kita sendiri. Buku ini cocok untuk mengenali arti mimpi kita sebenarnya karena banyak mimpi dalam buku ini.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s