Posted in curhat

Aku Menikmati Mengenal Dirimu

Mengenalnya itu seperti menikmati semangkuk puding buah dengan mata tertutup.

Kau hanya tahu bahwa yang tersaji di hadapanmu itu puding buah.
Dan kau suka.
Lalu kau dengan senang hati bersedia menyantapnya.

“Hmmm” gumammu di suapan pertama – puding strawberry meleleh di lidahmu.

Ini perasaan yang indah, bukan? Lalu kau mengangguk untuk suapan kedua.

Kau kaget – ada vla vanilla yang menggeliat di sendokmu.

Hei, dia tak bisa ditebak – tenang tapi memberi kehangatan.
Damai yang dibawa kebahagiaan dalam diam dan kejutan yang tak terbaca dari mula menyapa dan komitmen dengan jawaban ‘ya’.

Suapan ketiga, keempat, kelima seterusnya.

Ada buah-buah segar mengendap di dasar puding yang berdansa di mulutmu – cherry, nanas, jeruk, mangga – manis, dan asam sebagian tak mengapa.

Asam, berarti kau harus menambah sabar – karena mengenalnya tak sebatas mendapati bagian manis hidup saja bukan? Atau sekedar menelan satu dan dua sendok puding buahmu saja bukan?

Mengenalnya itu seperti menikmati semangkuk puding buah dengan mata tertutup.

Dan aku bersyukur karenanya…

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s