Posted in curhat, review

Fullmoon by Rachel Hawthorne

Judul buku: Fullmoon
Pengarang: Rachel Hawthorne
Penerbit: Harperteen
Jumlah halaman: 282 halaman
lindsey

Pernahkah kamu merasa ragu dengan pasanganmu saat ini? Pernahkah kamu terjebak dalam dua cinta yang begitu membingungkan? Pernahkah kamu berusaha bertahan melawan kebimbanganmu sendiri?

Nah, dari kalimat di atas, kira-kira begitulah tema besar yang ada dalam seri kedua dari A Dark Guardian Novel. Tidak seperti seri pertama yang mengulas percintaan antara Kayla dan Lucas, seri kedua mengambil tokoh yang berbeda. Masih tetap mengenai manusia srigala atau shifter, masih tetap ada tokoh Kayla dan Lucas, tapi tokoh utama digantikan menjadi Lindsey, Connor, dan Rave. Oke, dari sini apakah bisa menemukan clue tentang bagaimanakah cerita Fullmoon?

Kalau kita lihat di sini ada tiga tokoh utama, yakni Lindsey, Connor, dan Rave. Satu tokoh perempuan dan dua orang tokoh laki-laki. Artinya, bisa jadi tokoh perempuan ini diperebutkan oleh dua tokoh laki-laki. Nah, bener! itulah inti cerita dari seri kedua A Dark Guardian Novel. Dalam novel ini ceritanya si Lindsey telah menjalin kasih yang cukup lama dengan Connor yang juga teman semasa kecilnya.Connor sendiri telah memahat nama Lindsey di bahunya sebagai tanda kesetiaan shifter pada pasangannya. Namun, apa yang terjadi ketika musim panas mempertemukan Lindsey dengan Rave? sesuatu, entah apa itu, telah terjadi dalam diri Lindsey. Rave mulai menyusuri mimpi-mimpi Lindsey sehingga inilah yang membuat Lindsey jatuh pada kebimbangan.

Dari segi cerita, temanya masih tetap sama dengan seri pertamanya yang mengangkat unsur romantisme. Namun, entah mengapa saya agak bosan dengan ceritanya. Mungkin karena ini tentang prahara cinta segitiga yang pasti akan membuat satu orang sendiri pada akhirnya. Hal ini yang mungkin membuat seri kedua sudah terlalu gampang untuk ditebak. Namun, sisi positif yang saya ambil dari novel ini adalah mengajarkan kita bagaimana untuk berlaku konsisten. Apalagi pada suatu komitmen.

Keragu-raguan dan kegamangan tokoh Lindsey di sini cukup membuat gemas. Gemas karena Lindsey memilih di saat-saat terakhir sehingga menggambarkan dirinya seakan “serakah” karena menginginkan dua laki-laki sekaligus. Selain itu, novel ini entah mengapa–sekali lagi–mengukuhkan bahwa seseorang yang terlalu baik atau terlalu mencintai justru yang pada akhirnya tidak mendapatkan apa yang ingin dimiliki.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

2 thoughts on “Fullmoon by Rachel Hawthorne

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s