Posted in Uncategorized

Cara Merayu Konsumen Membeli Produk

Sebenarnya saya suka iseng nanya jualan temen-temen yang ada di Instagram. Entah itu jualan sepatu, kosmetik, makanan, dll. Belum tentu mau beli juga cuma iseng nanya aja. Padahal niat sesungguhnya pengen tau gimana cara mereka melayani customer karena menurut saya pribadi tehnik melayani customer itu salah satu yang membuat barang kita bisa terjual. Nah, dari berbagai survei yang pernah saya lakukan ternyata ada beberapa pengaruh yang luar biasa dalam jualan online yaitu pada saat PEMBUKAAN.

Pertama, saat kita melayani customer, karena kita kan gak bertemu langsung nih, jadi gak bisa kan melihat ekspresi dari customernya… Nah, untuk membuat customer membeli produk kita, tentunya harus ramah dong dan murah senyum. Hal ini bisa kita tunjukkan dengan cara kita membalas “surat cinta” dari customer. Salah satu caranya dengan menggunakan kata-kata yang asik jangan dijutekin dengan jawaban seperlunya. Ini pernah loh saya alami waktu saya iseng nanya-nanya salah satu olshop di Instagram. Contoh, “Kak ini masih ada? berapa harganya?” dan jawaban yang saya dapat cuma “Ada, harga liat di IG.” Bayangkan kalo di dunia nyata kamu nanya temen terus dijawab seperti itu? Kebayang dong juteknya? Terus kamu jadi melipir karena takut ganggu temen kamu? hmmm, coba deh kalo balesnya lebih ramah “Hai kakak senang sekali bisa mengenal kakak. Ada kak, bahannya bagus loh warna lainnya juga ada. Harganya 65 ribu :)” Jangan lupa ya selalu kasih emot senyum di setiap pembicaraan walaupun kita nyatanya gak benar-benar senyum. wkwkwk

Beneran loh, coba bandingin deh, enakan mana buat dibaca? Pasti lebih enak yang jawabannya panjang kan daripada sedikit? Selain itu, kita juga bisa menggunakan emot-emot unyu yang ada biar enak dibaca. Anggap aja itu temen yang lagi nanya-nanya. Bener gak sih cloosing 80% terjadi karena menyukai penjualnya? wkwkkwkw

Contohnya gini,

A: Kak ini hitamnya ada?

B: Halo kak iya ada tapi sekarang tinggal warna merah, hitamnya abis, mau?🙂

A: Yaaah, merahnya bagus ga?

B: Bagus dong, kakak udah punya baju merah belum? kalo belum kan lumayan nambah koleksi warna merah.🙂

A: Yaudah deh ambil merah ya.🙂

Lihat gak apa perubahannya? Customer yang awal-awalnya gak senyum jadi nambahin emot senyum walaupun barang yang awalnya diinginkan itu abis. haha dan ini sering saya alami looh. Intinya memanusiakan manusia.. Jualan tapi gak kayak jualan. Lebih ke arah konsultan customer. Menyarankan gitu loh. Intinya, jadikan calon customer itu teman.

Kedua, berikan keterdesakan alias takut kehilangan. Mungkin kita akan menemukan customer yang udah pengen salah satu produk tetapi agak bimbang. Nah, manfaatkanlah sifat customer yang seperti ini. wkwkwk Caranya, buatlah calon customer kita takut kehilangan terhadap produk kita. Misalnya dengan mengatakan “Ini barangnya limited stok kak, sekarang tinggal 1pcs.” Tapi beneran ya kalo memang barangnya tinggal sedikit, jangan bohong. haha Otomatis kalo customer tau barang itu limited, dia pasti merasa spesial dong kalo seandainya dia berhasil mendapatkan barang tersebut. Ya gak sih? Pokoknya, ciptakan keterdesakan buat customer tapi bukan memaksa. Beda loh antara memaksa customer untuk membeli dengan menciptakan keterdesakan. Bedanya, kalo memaksa itu kita menulisHit and Run= Blacklist dan terus menagih-nagih customer. Serius, jika saya berada di posisi pembeli melihat kata blacklist  itu membuat risih. Makanya saya kurang setuju kalo sampai ada customer yang cancel terus langsung diblacklist sama olshop tersebut. Itu mah sama aja nutup rezeki sendiri.

Ketiga, fokus pada produk. Nah, ini yang lebih “keliatan” menurut saya. Terlalu banyak variasi produk itu membuat kita tidak fokus. Pernah gak sih liat salah satu olshop menjual banyak banget produk? Jual celana, sepatu, tongsis, dan makanan juga. Ini yang membuat kita jadi bingung karena terlalu banyak pilihan. Sebenarnya yang dijual apa sih? Bayangin aja kalo disuruh milih salah satu dari sepuluh pria ganteng. Pasti bingung kan? wkwkwk Semuanya ganteng kok. Sayang kan kalo pilih cuma satu. Nah, kebingungan ini malah bisa menyebabkan kita gak milih semua. Bener gak?

Memang terkadang kita akan menemukan pertanyaan “Cuma jual celana ya? cuma jual topi ya? cuma jual ini ya.. kalo itu ada gak?” dan pertanyaan ini mungkin membuat kita galau untuk menambahkan produk lain tapi tetaplah fokus! Karena dengan fokus akan menciptakanbranding untuk produk kita sendiri.Selain itu, variasi produk yang sedikit akan mengurangi resiko kerugian. Misalnya, kita jual lima puluh macam model baju, lalu dari kelima puluh itu ternyata hanya dua puluh yang laku, nah sisanya masih banyak kan? kenapa bisa gak laku? mungkin motifnya norak, gak menarik, atau modelnya pasaran. Beda jika kita hanya punya sedikit motif. Customer yang sudah punya hasrat untuk “membeli sesuatu” mau gak mau membeli stok barang yang kita punya meskipun sedikit. Selain itu, kalo barang yang dijual sedikit, kita juga akan benar-benar fokus menjual produk itu bagaimana pun caranya. Saya sendiri menggunakan trik ini dan hasilnya alhamdulillah selalu sold out. Jarang ada stok barang yang nganggur di rumah.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s