Posted in Uncategorized

Alhamdulillah nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan?

Well, gak ada pekerjaan yang lebih baik atau pekerjaan yang buruk selama pekerjaan itu menghasilkan uang yang halal. Apapun pekerjaan kita, selama kita ngejalaninnya have fun, gak terbebani, gak frustasi, so jalankan. Jika bicara soal pekerjaan, saya seringkali diomongin ama tetangga lol.

Pernah suatu hari saya ditanya seperti ini, “Kamu lulusan UI ya? udah kerja? Kerja dimana?” Dengan santai saya jawab, ” Belum kerja bu,” *kalo yang dimaksud kerja ama ibu itu di kantoran ya emang belum*Selanjutnya alis si ibu naik sebelah dan dengan tatapan sinis si ibu ngomong, ” Kok belum? sayang banget anak UI kok belum kerja.” “Usaha aja bu,” masih dengan ekspresi datar.”Usaha apa? kok di rumah aja? sayang loh gak kerja.” Setelah itu saya cuma pasang senyum datar dan pergi.

Sama ceritanya waktu saya ke bank, mbak-mbak customer service nanyain alasan saya ke bank. Waktu itu saya cuma pake sendal jepit dan jaket terus niat mau deposito uang. Liat saya yang berpenampilan seadanya mungkin bikin dia heran kali ya.”Mau deposit berapa mbak?” “20 juta.” “Tulis biodata dulu ya.” Setelah menulis biodata, dia lihat umur saya, “Baru 22 tahun ya?” lalu saya ngangguk sambil senyum. Setelah itu nanya pekerjaan saya. Saya jawab “Jualan aja.” Ditanya lulusan universitas apa? saya jawab “UI.” Terus si mbak agak heran gitu, “Oh saya pikir kerja dimana gitu,”

Dari percakapan-percakapan itu saya kadang berpikir, “Apa iya saya harus kerja? Kerja dulu kali ya biar bisa belajar manajemen perusahaan? atau kerja dulu kali ya? biar bisa belajar meeting dan melayani klien ngomongin negosiasi bla bla bla.” Ah, tiap kali muncul pikiran itu, saya menepis kembali. Saya musti fokus! karena pernah ada temen yang bilang “Kalau kamu kerja dan usaha walaupun keduanya sama-sama dijalani, pada akhirnya kamu akan memilih juga.”

Well, bekerja ataupun berwirausaha keduanya sama-sama baik. Tergantung pilihan kita. Mana yang membuat kita lebih hidup dan menghidupkan. Mau jadi guru untuk mengamalkan ilmu silahkan, mau jadi peneliti untuk membuat penemuan baru silahkan, mau jadi jurnalis untuk menulis berita teruptodate ya silahkan. Semuanya baik tidak ada yang jelek. Kalau mau jadi pekerja, jadilah pekerja yang fokus. Bekerja sampai memperoleh skill yang maksimal. Bekerja hingga menjadi pekerja yang sukses. Kalau mau berwirausaha, jadilah wirausahawan yang fokus.  Mau menjadi pekerja atau pengusaha intinya adalah berjuang. Pernah saya membaca suatu quote yang isinya “Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.”

Alhamdulillah nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan? Saat ini, walaupun saya gak bekerja kantoran, alhamdulillah rezeki pasti ada. Alhamdulillah tiap minggu masuk pendapatan kurang lebih 10 juta. Dari usaha ini bisa ngasih orangtua, orangtua yang udah pensiun gak perlu capek-capek lagi berangkat pagi pulang malam. Kalau dibilang tulang punggung keluarga juga gak gitu-gitu banget ya. Tapi saya jadi ngerti gimana realita hidup.Well, memang sekarang banyak banget kebutuhan yang musti dipenuhi dan memang lelah mencari nafkah. Jadi inget dulu ngerasa durhaka banget kalo minta sesuatu ama orangtua tapi belum bisa dipenuhi jadi ngambek dan marah. Jadi ngerasa gak tau diri banget waktu dulu. Mungkin udah sekarang waktunya buat memanjakan orangtua, kalau dulu mereka yang menjadikan kita raja dan ratu, sekarang giliran kita yang menjadikan mereka raja dan ratu. Mumpung lagi ada, mumpung masih bisa, mumpung masih muda, mumpung belum nikah#ehh ya bahagiakanlah orangtua.

Jadi inget juga, mungkin usaha saya sekarang lancar karena omongan orangtua juga. Dulu saat kuliah mama selalu berpesan untuk membaca surat Al-Waqiah dan Ar-Rahman tiap hari, katanya mungkin suatu hari nanti kita selalu dimudahkan keperluan dan rezekinya sama Allah. Dulu pesannya lagi nyampe kali ya ke telinga saya, jadi alhamdulillah sampai sekarang masih ditekuni. Intinya sekarang sih ikutin aja kata orangtua, selama gak berujung pada kejelekan insyaAllah pasti nantinya baik. Mungkin gak sekarang, tetapi nanti, dan itu pasti. Selamat mengikuti ajaran orangtua! yeah!

Satu lagi yang mau saya sharing, ini noted to myseld juga. Kalau kita sudah menjadi pekerja yang sukses atau wirausahawan yang sukses. Misalnya, dulu pendapatan satu juta menghabiskan pengeluaran 500 ribu. Sekarang pendapatan 10 juta tetaplah menghabiskan pengeluaran yang sederhana, bisa satu juta atau dua juta rupiah. Jangan berfoya-foya! jangan hedon! Jangan menghabiskan delapan juta atau sembilan juta untuk keperluan yang kurang penting. Kata pak Tung Desem, “Ciri-ciri orang kaya itu meskipun pendapatannya tinggi tapi pengeluarannya tetap sederhana. Pengeluarannya tetap sama seperti sebelum dia kaya. Pendapatannya justru dialihkan untuk investasi dan tabungan.” Nah bener itu! karena kita gak bisa menjamin akan tetap di atas. Kita gak bisa tau takdir akan terus menjadi pekerja yang sukses atau wirausahawan yang sukses. Sewaktu-waktu mungkin ada kalanya jatuh dan itulah pentingnya waspada. Pentingnya saving. Jangan mudah terlena.

Sok juga ngomong begini, apalah saya cuma butiran debu bertebaran di jalanan. Menulis ini cuma buat ingetin diri sendiri aja kok. Jangan ikutin yang gak bener, tapi kalo ada yang bener ya diresapi, direnu

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s