Posted in curhat

Building Trust

Flashback saat pertama-tama jualan online dulu….. Dalam waktu dua minggu saya sama sekali tidak mendapatkan closing. Saat itu rasanya mau nangis dan udahan aja, toh waktu itu saya juga gak bermodal. Cuma asal masang katalog produk aja. Namun, beberapa hari kemudian saya mendapatkan pelanggan. Untuk pertama kalinya!! langsung semangat saya membara pada saat itu. Nah, waktu pertama kali dia beli, dia bertanya ” Ini trusted gak?” Waduh! Apa yang musti saya jawab ya? Ini pertama kalinya saya jualan pasti belum ada testimoni. Pada saat itu saya hanya memberikan emoticon smile sambil menjawab, “Sist, kami baru berjualan, tapi kami berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk sist.” Waktu itu saya mikirnya udah nyerah aja. Hopeless deh mungkin kalimat itu belum bisa meyakinkan dia. But, rezeki memang udah diatur ya, alhamdulillah dia percaya sama saya. Sejak saat itu saya jadi tambah semangat dan mulai mengerti betapa pentingnya sebuah testimoni!

Dalam berjualan, hal yang paling penting bagi saya untuk mencapai closing adalah building trust. Apa sih itu?? Building trust maksudnya adalah bagaimana teknik yang kita lakukan untuk membangun kepercayaan calon customer untuk membeli produk kita. Ibaratnya ini adalah jembatan awalnya menuju closing. Gimana kita mau closing kalo calon customer udah memandang kita dengan menaikkan sebelah alisnya alias meragukan kita? Terus gimana si caranya biar bisa dipercaya?

Menurut pengalaman saya dan perkepoan saya hahaha

Pertama, salah satu hal yang bisa menambah trust customer adalah gambar menarik. Gambar yang bagus bisa jadi nilai tambah untuk meyakinkan customer untuk membeli produk kita. Ibaratnya kalo seorang sales, hal pertama kali yang kita lihat dari sales kan bukan produknya dulu melainkan pakaiannya, penampilannya rapi atau gak, salesnya ganteng atau gak, kalo ganteng kan lumayan hehehe… Sama aja dengan sebuah gambar produk. Sampai saat ini saya masih mencari dan berusaha belajar untuk membuat gambar produk saya menjadi oke dan enak dilihat supaya calon customer mau membeli produk saya. Kalo gambar produknya udah oke, insyaAlloh calon customer juga oke.

Kedua, testimoni orang keren, beken, dan orang besar. Yup, dulu waktu di Fb saya gak bisa nemu artis yang mau diminta testimoni. Makanya saya beralih ke Twitter, tapi di Twitter juga kurang ngaruh. Akhirnya saya berfokus di Instagram. Enaknya waktu jaman dulu, minta testimoni cukup dengan endorse ke selebgram yang followernya lumayan banyak. Tawarin produk kita yang dia mau, terus dia upload foto dan kasih caption barang kita oke. JREEENG!!! nambah deh follower 300-500an. Kalo selebgram fashion itu ngasih testimoni baik tentang produk kita, testimoni itu akan mempengaruhi penjualan kita.

Ketiga, cari tahu kesamaan calon customer dengan kita. Karena saya jualan celana, banyak di antara customer suka nanya-nanya, “Kalo beratnya segini pakai ukuran apa ya? Kalo tingginya segini bisa gak ya?” Nah, pada saat seperti ini coba aja kaitkan dengan kita. Misalnya, ketika ditanya seperti itu kita bisa jawab, “Oh, sist beratnya sama dengan saya atau waaah kamu tingginya sama dengan saya. Biasanya saya pakai ukuran ini loh, muat. Kamu juga mungkin muat.” Nah… karena adanya kesamaan itu biasanya terjalin hubungan keakraban. Orang yang tadinya asing karena merasa mirip dan sama dengan kita berubah persepsi menjadi sedikit lumer karena kesamaan tadi.

Keempat, konkruen antara produk yang dilihat, dijabarkan, dengan yang didapatkan. Karena saya ini jualannya online, penting banget punya produk yang sesuai dengan foto, caption, dan produk yang diterima supaya customer gak kecewa dengan barangnya. Seringkali customer ngeluh sebelum beli barang di saya, bilang kalo beli celana di toko lain ngatung lah, kesempitan lah, atau warnanya gak sesuai dengan gambar. Pada saat seperti itu, saya berusaha mencoba menjabarkan sedetil mungkin produk saya supaya si customer gak kecewa. Tentang gambar yang mungkin agak berubah karena proses Lighting; tentang ukuran produk yang secara umum sekian tapi gak memungkin kalo ada produk yang lebih kecil atau besar dari ukuran umum. Mungkin proses closingnya jadi agak lama tapi insyaAlloh edukasi yang kita kasih ke customer bisa membuat customer percaya dan yakin buat beli produk kita.

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan untuk membuat calon customer kita percaya dengan produk yang kita jual, tapi untuk sekarang hal yang bisa saya share menurut pengalaman dan hasil perkepoan baru segini. Mudah-mudahan dengan saya menulis ini saya bisa terus ingat dan bisa memberi manfaat buat yang mungkin mau bikin olshop tapi masih bingung caranya building trust. 

Mau tau olshop saya? silahkan mampir http://instagram.com/i_shoppedhere

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s