Posted in curhat

Keyakinan

Insomnia can damage your health

Makin malam, makin gelisah. Posisi tubuh seringkali berpindah ke kanan dan ke kiri. Berkali-kali meremas ujung bantal. Memejamkan mata lalu membukanya lagi. Begitu terus hingga berjam-jam. Pekat malam, makin terjaga. Hingga lingkaran hitam bola mata makin menebal.

“Kurang tidur ya?”

“Iya,”

“Kenapa?”

“Sudah tiga hari aku selalu dibayangi ketakukan.”

“Kok takut? Takut kenapa?”

“Aku takut memiliki kedekatan dengan orang lain. Rasanya ketika kita telah memiliki kedekatan emosi dengan seseorang, justru pada saat itulah kita memiliki rasa takut kehilangan.”

“Oh jadi itu yang membuat kamu menjaga jarak dengan orang lain? memilih agak cuek gitu?”

“Iya, aku lebih suka sendiri. Mungkin ada baiknya aku menyendiri aja.”

“Haha, kamu lucu banget! mana bisa manusia sendirian aja? hidup di gua sono kalau mau sendirian aja.”

“Aku takut dengan kejadian buruk di masa lalu. Kejadian yang membuat aku khawatir. Hal yang membuatku luka. Ya, aku takut untuk mempercayai. Aku… takut dekat dengan orang lain.”

“Heh, gak boleh gitu! kejadian di masa lalu jangan membuatmu trauma. Seolah kamu tenggelam dalam pikiran dan pandanganmu saja.”

“Itu sebabnya aku lebih suka menyendiri. Sibuk dengan duniaku sendiri saja.”

“Kaya lagu Kunto Aji aja! Sudah kubilang kan, jangan begitu! Jangan hanya melihat dan merasakan sesuatu dari persepsi kamu sendiri. Coba kamu lebih melek. Lihat, dengar, dan amati sekitar kamu. Kamu takut kenapa sih?”

“Sudah kubilang kan, aku takut kedekatan. Aku takut dekat lalu jadi cinta.”

“Oh, ayolah jangan dipermainkan oleh cinta. Cinta itu bisa jadi faktor pendorong maju dan kehancuran buat seseorang. Jangan sampai hanya karena faktor itu kamu jadi hancur. Memang sih, Laila jadi gila karena cintanya pada Qais, Mark Antony rela bunuh diri demi Cleopatra, Romeo dan Juliet mati bersamaan setelah meminum racun. Tapi cinta kan gak seperti itu… Seorang muslim tak akan seperti itu.”

“Ya, kamu benar.”

“Bisa jadi kita sedih, terpuruk, dan depresi… tapi kita gak boleh sampai hancur. Kita harus bangkit kembali. Kita harus berani bangkit kembali. Berani.”

“Iya aku tahu, tapi perasaanku yang…”

“Kalau kamu punya iman, kamu pasti bisa menerima takdir. Tak peduli dengan apapun yang telah terjadi sekarang ini. Kamu mampu menepis ketakutanmu, kesedihanmu, kegalauanmu, dan mampu melangkah lagi.”

Menarik napas panjang, “Lihat, aku sudah bisa mulai tersenyum lagi. Terima kasih ya.”

“Percayalah dengan keyakinanmu sepenuh hati maka kamu tak akan lagi takut.”

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s