Posted in Uncategorized

Cara Mengelola Keuangan Usaha Ala Saya

calculator

Saya sudah mulai bisnis online semenjak September 2013, saat itu saya mulai sebagai dropshipper. Saya menjadi dropshipper sejak September 2013 sampai Desember 2013. Nah, keuntungan yang terkumpul pada saat saya menjadi dropshipper itu adalah dua juta rupiah. Dari uang dua juta rupiah itu saya beranikan diri untuk nyetok barang, beralih menjadi supplier. Januari 2014 saya mulai dari modal satu juta dulu sementara satu juta yang lain saya simpan untuk jaga-jaga.

Beberapa bulan setelah menjadi supplier, bisnis saya mulai tumbuh. Arus modal dan keuntungan mulai terlihat. Waktu itu saya hanya memiliki 3 rekening bank dan tiga-tiganya dipakai untuk uang modal, keuntungan, dan omset. Amburadul sekali ya. Waktu itu mama bilang musti dipisahin antara modal usaha, keuntungan, dan arus masuk transfer customer. Saya pun mengikuti saran mama itu. Sekarang saya punya tujuh rekening bank. Pertama, untuk rekening pribadi. Kedua, rekening modal. Ketiga, untuk rekening keuntungan. Keempat, sisa rekening untuk arus masuk transfer customer.

Nah, untuk mengatur keuangan modal saya, saya belajar otodidak, gak tahu juga sih apa itu namanya, tetapi cara saya mengatur modal misalnya seperti ini: Saya budgetin untuk modal dua puluh juta, dari dua puluh juta itu saya belanjakan barang ditambah biaya operasional pengeluaran lain-lain sebesar sepuluh juta. Nah, kan masih ada sisa sepuluh juta tuh. Itu tetap saya simpan untuk modal jaga-jaga lagi. Saya gak pernah menghabiskan uang modal semuanya karena saya pikir bisnis itu gak ada yang pasti jadi harus tetap berjaga-jaga.

Uang modal yang saya belanjakan itu selalu saya perkirakan untuk jangka waktu tertentu. Misalnya, dengan modal sepuluh juta saya targetkan untuk balik modal selama satu minggu. Nah, alhamdulillahnya dalam seminggu itu selalu berhasil melampaui modal. Modal dan keuntungan yang didapat misalnya mencapai lima belas juta, uang lima belas juta itu saya pisahin untuk balik ke rekening modal dan ke rekening keuntungan. Begitu terus yang saya lakukan tiap minggu. Jadi, meskipun barang yang terjual pada minggu itu nilainya belum sampai sepuluh juta, tetapi karena omset yang didapat sudah lebih dari sepuluh juta maka saya tetap mengembalikan ke rekening modal sebesar sepuluh juta. Saya tidak mau rekening modal saya berkurang.

Saya tidak pernah membelanjakan barang untuk stok waktu yang lama. Kenapa? karena itu beresiko haha. Memang ada beberapa barang yang bisa bertahan untuk waktu yang lama, ada juga yang tidak. Terlebih seperti fashion baju yang notabene tiap minggu update baru. Ini yang membuat saya tidak mau nyetok barang terlalu banyak. Apalagi kalau itu barang baru, saya belum tahu apakah barang itu laku atau tidak. Untuk tester coba dengan stok yang sedikit. Kalau dalam dunia fashion, selera orang itu beda-beda, bisa jadi menurut saya barang itu bagus dan nafsu buat nyetok banyak eh ternyata customer tidak suka, rugi kan? Selain karena alasan itu, alasan lain agar arus kas modal saya lancar. Jika saya menyetok barang terlalu banyak di awal, saya khawatir jika barang itu gak laku akhirnya modal gak balik. Arus kas modal jadi mandeg. Meskipun ada modal cadangan yang digunakan buat jaga-jaga tetapi modal cadangan ini jangan dipakai sering-sering apalagi buat menutupi modal kemarin yang belum balik. Kalau sudah mepeeeet banget barulah dipakai. Akan lebih baik lagi kalau modal cadangan itu dipakai justru untuk menambah modal utama. Untuk pengembangan usaha yang lain lagi.

Untuk pengembangan bisnis, terkadang perlu modal lebih besar dari yang dianggarkan. Seringkali saya ditawari orang bank buat kredit usaha, tapi NO! lebih baik berusaha banget tidak meminjam. Apalagi pinjam di bank. Usahakan agar tidak punya hutang. Menghindari banget yang namanya hutang. Pakai kartu kredit buat iklan aja udah takut apalagi pinjam di bank. Untuk pengembangan bisnis lebih baik pakai modal yang ada, kalau perlu tunggu kumpul lagi uang keuntungan buat nambahin modal pengembangan daripada musti berhutang.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s