Posted in curhat

Pentingnya Kejujuran dalam Perniagaan

Dalam perniagaan seringkali kita mengalami hal-hal yang menguji kejujuran kita sebagai penjual. Entah itu masalah kualitas barang ataupun uang yang kita terima. Terlebih apabila kita berjualan via online. Jujur memang sangat sangat dibutuhkan di sini. Masalah kejujuran ini sejujurnya seringkali menguji saya sebagai penjual. Misalnya, apabila customer sudah transfer barang kemudian barang tersebut sudah mau dipacking tapi ternyata ketika dicek barang tersebut ada yang rijek. Jika menghadapi hal ini kadang suka dilema, antara memberi tahu customer atau tidak. Kadang muncul juga perasaan takut dan tidak dipercaya lagi. Rasa takut nanti dimarahi lagi sama si customer atau customer tiba-tiba minta dikembalikan uangnya tidak jadi membeli itu yang suka bikin hati rasanya berat. Namun, lagi-lagi hati nurani memang tak pernah salah. Jika memang ada kesalahan pasti ada rasa resah dalam hati kita. Solusinya ya memang kita harus jujur. Jujur saja apa keadaan barang kita, masalah nanti sikap customer seperti apa urusan nanti. Hal terpenting adalah jujur.

Banyak hal sebenarnya yang sering menguji, apalagi kalau soal uang yang kita terima. Dalam penjualan online cara pembayaran tentu aja via transfer bank. Nah, ini yang paling menguji kejujuran. Jujur saya sering kali mengalami hal ini, misalnya, ada customer yang sudah transfer sebesar satu juta rupiah. Begitu pun struk yang tertera di atm juga satu juta rupiah. Jumlah satu juta rupiah lumayan besar kan ya? tapi ketika saya cek mutasi ternyata satu juta rupiah itu ketransfer dua kali secara otomatis jumlah yang kedebet customer dua juta rupiah. Nah, lucunya, customer itu gak sadar kalau rekening dia kedebet dua kali. Waktu saya terima transfer dobel itu dan tidak ada keluhan permintaan refund dari customer kadang setan suka jahil. Di sinilah ujian kita sebagai penjual. Hal ini sudah saya alami empat kali dan di sinilah iman saya diuji haha. Selalu ada pergolatan batin ketika menghadapi hal ini.

Setan: ” Lumayan besar tuh nominalnya, udah gak perlu dikasih tau.”

Malaikat : “Sudah kasih tau aja.”

Setan: ” Udah tunggu aja, kalau dia sadar minta dikembalikan baru dikembalikan. Kalau gak sadar, yaudah rezeki kamu.”

Malaikat : “Ayo ngomong ke customer kamu, tanyakan.”

Setan : “Udah gak usah. Udah rezeki itu…”

Malaikat : “Ayo ngomong ke customer kamu. Katakan sejujurnya, tanya baik-baik.”

Nah, begitulah gambaran pergolatan batin yang saya alami setiap kali mengalami hal ini. Kadang ada customer yang uangnya ketrasfer dua kali meskipun nominalnya kecil tetap harus dikembalikan tapi ada juga customer yang uangnya ketransfer dua kali dan jumlahnya besar. Uang yang nominalnya besar ini pasti perasaannya lebih berat. Besar dan kecil nominalnya tetap saja harus dikembalikan. Saya selalu berpikir, jika kita sekali melakukan kebiasaan tidak jujur maka selanjutnya akan terus terbiasa dan lama kelamaan merasa itu biasa padahal salah.

Bangunlah perniagaanmu dengan kejujuran. Rezeki banyak alhamdulillah tapi akan lebih baik jika mendapat rezeki yang barokah. Rezeki yang luas alhamdulillah tapi akan lebih baik dengan rezeki yang lapang.

Tips : Jika ingin transfer, biasakan untuk mengecek saldo dahulu kemudian transfer dan setelah transfer pun jangan lupa untuk mengecek saldo kembali. Terkadang ketika kita sudah transfer mesin ATM berkata, ” Maaf transfer Anda gagal.” Jangan langsung percaya sama mesin ATM lalu langsung transfer lagi. Periksa dulu saldo rekening kita, apakah sudah terdebet atau belum kalau memang belum baru transfer ulang. Jika ternyata sudah terdebet, tidak perlu transfer lagi.

Catatan ini saya tulis sebagai pengingat.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s