Posted in curhat, Produk kami, review

Mengelola Rasa frustasi Dalam Usaha

GUMI.600.1531786

Satu hal yang perlu dipahami seorang wirausaha adalah usaha itu tidak bisa berhasil dalam waktu singkat. Orang-orang besar yang mampu membesarkan usahanya adalah mereka yang mampu mengelola rasa frustasinya. Frustasi karena tidak dapat penjualan, gak ada pelanggan yang membeli, frustasi karena stok menumpuk, frustasi karena orang menganggap produk yang kita jual itu nilainya tinggi padahal mah udah murah banget. Belum lagi frustasi karena gak ada orang yang bantuin.

Hampir tiap bulan saya merasa frustasi kalau ada barang yang tidak terjual. Bahkan ketika ada stok barang yang sudah berbulan-bulan tidak terjual. Di situ saya merasa frustasi. Frustasi pada akhir bulan, frustasi pada pertengahan bulan, frustasi karena pengiriman hanya satu paket! padahal sebelum-sebelumnya minimal pengiriman ada lebih dari sepuluh, dua puluh, bahkan tiga puluh paket. Itu bikin frustasi! Frustasi yang dialami sering menyebabkan saya marah-marah sendiri, moodnya ancur, bingung, dan pusing sendiri. Bahkan frustasi juga dialami bukan hanya pada saya, tetapi pada reseller saya. Mereka frustasi, mengeluh jika penjualan mereka berkurang. Ini menyebabkan mereka bingung dan akhirnya malas menjual karena terlanjur frustasi.

But, tidak ada jalan pintas untuk mencapai keberhasilan. Dulu memang saya sering mengalami frustasi jika terjadi hal-hal demikian, tapi kian lama rasa frustasi itu bisa mulai saya kelola. Ketika produk yang saya jual tidak berterima di pasaran dengan baik, saya mulai berhenti mengeluh dan mulai memberikan “value” pada produk tersebut. Saya mulai memikirkan cara-cara lain agar orang-orang menyukai dan membeli produk tersebut.

Pada saat saat tingkat penjualan menurun, seringkali saya merasa frustasi dan tergoda untuk beralih ke produk lain. Godaan itu besar banget! apalagi sama bisnis yang kira-kira memberikan keuntungan lebih besar. Ih, itu bikin pusing! tapi saat-saat seperti itu adalah saat saya harus introspeksi diri. Saya tipikal orang yang gak bisa multitasking, golongan darah B tau sendiri kan kalo orangnya pemalas dan kurang fokus. Bagaimana saya bisa nyambi bisnis lain kalo saya orangnya begitu? nanti yang ada usaha yang sudah berjalan malah tambah mundur?

Semakin banyak memperhatikan dan bergaul dengan orang-orang yang juga berwirausaha, semakin saya mengerti kalau usaha itu taking principle. Kalau mau dapat banyak kuncinya harus menunggu lebih lama. Ada beberapa orang yang saya perhatikan sudah lebih dulu memulai usaha, kebanyakan dari mereka menganggap usaha mereka bagaikan menanam pohon. Kalau menanam pohon tentulah harus dirawat dengan baik, mulai dari pohon kecil dikasih pupuk, dibersihkan, disemai bibitnya, pokonya dirawat sampai berbuah banyak. Begitupun dengan usaha mereka, kalau mereka ngga mampu mengelola frustasi, capek menunggu pohon itu berbuah, mana bisa pohon itu menghasilkan buah yang banyak? yang ada tuh pohon mati karena gak dirawat, dicuekin, dan didiemin aja.

Mengelola frustasi memang bukan hal yang gampang. Frustasi itu sendiri kan termasuk jenis dari emosi kita, emosi di dalam diri kita. Emosi lah yang mengatur hubungan kita dan mengatur kinerja kita. Seandainya saya belum bisa menangani dan memahami emosi saya sendiri, mana bisa usaha nanti bisa berjalan lancar? kalau saya belum bisa menangani emosi saya sendiri, masih moody-an mengerjakan sesuatu, mana bisa usaha yang dikerjakan berjalan efektif? Untuk itulah dibutuhkan kecerdasan emosional, tau cara memahami dan menangani perasaan, mengelola perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain. Gak ada alasan mentang-mentang perempuan, kan emang kodratnya perempuan pakai perasaan gak papa dong. Gak ada alasan lagi seperti itu. Mulai dari sekarang belajar mengelola dan menangani emosi dengan cara yang sehat dan konstruktif.

Penulis:

Hanya seseorang dalam rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s